Advertisement

Science

Benarkah Asal Air di Bumi dari Komet? Berikut Penjelasannya!

Teknomacro.com – Dari manakah asal air di bumi ? permasalahan itu masih terbayang di pikiran kalian yang penasaran akan asal benda cair itu. Dikutip dari berbagai sumber, ada yang menyebutkan air bersumber dari dalam ataupun luar planet kita.

Seperti yang diketahui bahwa, permukaan bumi diisi sebagian besar oleh komponen air. Sekitar 71 persen permukaan Bumi ialah air dan 96 persen air yang tampak di Bumi terletak di lautan.

Dikutip dari World Atlas, Bumi serta planet-planet yang lain muncul dari piringan protoplanet yang mengitari matahari selama 4,5 miliar tahun.

Dilansir dari inews.id, Dalam waktu pembentukannya, Bumi tidak mempunyai air sampai permukaan lautan hanyalah batuan cair. selanjutnya, temperatur pada kala itu disebut sangat ekstrim.

Sumber Utama Air

Beberapa sumber pokok air di Bumi antara lain, sekitar 97% air di Bumi ada di laut dan samudra. Air laut ialah sumber air yang banyak, akan tetapi tidak bisa dikonsumsi langsung oleh manusia lantaran mempunyai kandungan garam.

Selain itu, sungai dan danau adalah sumber air yang berguna untuk kehidupan manusia serta hewan. Air ini bersumber dari curahan hujan dan arus permukaan .

Baca Juga : Planet Bumi Berusia 4,5 Miliar Tahun, Benarkah Demikian?

Kendati demikian, Air tanah pun juga merupakan sumber air yang berguna untuk kehidupan manusia dan tanaman. Air ini bersumber dari air hujan yang meresap ke dalam tanah serta tersimpan dalam lapisan air bawah tanah.

Begitupun juga dengan Air hujan yang ialah sumber air yang penting untuk kehidupan di Bumi. Air hujan berasal dari evaporasi air permukaan, seperti laut, danau, dan sungai.

Es dan gletser yang ada di kutub dan pegunungan ialah sumber air yang juga penting, walaupun susah diakses dan tidak bisa langsung dipakai oleh manusia. Sementara itu, menurut teori yang paling diperoleh, air di Bumi bersumber dari cara akresi (penggumpalan) awan debu dan gas di tata surya pada waktu awal pembentukan planet.

Air itu kemudian terdapat di dalam batuan dan dilepaskan melalui proses vulkanisme. Selain itu, air juga bisa ditambahkan ke Bumi dari luar planet dalam meteor dan komet yang jatuh ke permukaan Bumi.

Baca Juga : Para Ilmuwan Temukan Sebagian Matahari Pecah, Inilah Penjelasannya!

Page: 1 2

Asfian Nur Muhammad

Asfian Nur Muhammad yang lebih sering disapa Asfian, adalah seorang penulis di Teknomacro. Ia suka mengikuti tren yang berkaitan tentang teknologi. Asfian ingin berbagi dan membantu para pembaca dengan memberikan informasi edukatif, solutif, dan bermanfaat

Recent Posts

Panduan 5 Langkah Praktis Optimalkan Model AI GLM-5.2 untuk Anda

Ringkasan Singkat: Model AI GLM-5.2 adalah model bahasa generatif yang memiliki sekitar 5,2 miliar parameter dan dikembangkan…

4 bulan ago

Z.ai GLM vs LLaMA: Mana yang Lebih Tepat untuk Proyek Anda

Ringkasan Singkat: Z.ai GLM adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh perusahaan Z.ai. Umumnya digunakan untuk…

4 bulan ago

Menguasai AI Model GLM-5.2: Praktik Lapangan untuk Keunggulan

Ringkasan Singkat: GLM‑5.2 adalah model bahasa generatif multi‑bahasa yang dikembangkan oleh Beijing Academy of Artificial…

4 bulan ago

AI GLM-5.2: Apa Kelebihan, Batasan, dan Cara Mengoptimalkannya?

Ringkasan Singkat: AI GLM-5.2 adalah model bahasa besar (LLM) berparameter sekitar 5,2 miliar, dikembangkan oleh Tsinghua University…

4 bulan ago

Z.ai GLM vs Competitor AI: 5 Kriteria Nyata untuk Pilih yang Tepat

Ringkasan Singkat: Z.ai GLM adalah model bahasa berskala besar (large language model) yang dikembangkan oleh…

4 bulan ago

Z.ai Luncurkan Model AI GLM-5.2: Apa Itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Ringkasan Singkat: Z.ai meluncurkan model AI GLM-5.2, sebuah large language model generatif dengan 5,2 miliar parameter…

4 bulan ago

This website uses cookies.