Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Memory & Cognition mengungkap, estimasi biasanya dibuat berlandaskan pada pengalaman masa lalu sebuah tugas yang sama. Sayangnya, memori serta pemahaman tidaklah selalu tepat.
Asisten Profesor di Campbell University Emily Waldum mengatakan bahwa jika seseorang akan meremehkan waktu berdasarkan pengalaman setiap individu itu sendiri.
“Jika kita punya banyak pengalaman dalam menyelesaikan sebuah tugas, kita akan cenderung meremehkan waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskannya,” ujarnya.
Dia mencontohkan, sebagian orang salah mengestimasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan berdasarkan jumlah lagu yang mereka dengarkan saat melakukannya.
Para remaja juga cenderung membesar-besarkan perkiraan waktu mereka jika mereka mendengar empat lagu pendek dibanding dengan dua lagu yang lebih panjang.
Sebab lain yang mempengaruhi yaitu soal kerumunan. Pada penelitian yang diterbitkan di jurnal Virtual Reality, periset meminta para peserta mengestimasi jumlah dari kerumunan dalam sebuah perjalanan memakai kereta bawah tanah.
Baca Juga : 7 Alasan Mengapa Individu yang Suka Ngaret Lebih Sukses dan Beruntung
Dari studi itu, periset menemukan orang di kerumunan merasa mereka butuh 10 persen waktu lebih lama daripada saat kosong. Hal itu diprediksi berhubungan dengan pengalaman tidak mengenakkan.
Penyebab lain berhubungan dengan kepribadian. Ciri-ciri kepribadian spesifik seperti berkurangnya kesadaran bisa menyebabkan seseorang menelantarkan pekerjaan yang direncanakan sebelumnya.
“Faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap ketepatan waktu seseorang adalah seberapa rentan mereka melakukan banyak tugas,” tambahnya.
Seorang Profesor psikologi di Durham University Fuschia Sirois mengatakan istilah keterlambatan atau menunda tugas ini disebut “procrastination”.
“Keterlambatan bisa menjadi sindrom procrastination,” katanya.
Baca Juga : 4 Alasan Orang Ngaret, Suka Ambigu Saat Janjian?
Sumber : CNN Indonesia
Cek Berita dan Artikel Yang Lain di Google News
Page: 1 2
Ringkasan Singkat: Z.ai Model AI GLM‑5.2 adalah model bahasa generatif berukuran 5,2 miliar parameter yang diluncurkan…
Ringkasan Singkat: Update Android 17 adalah versi Android dengan API level 17, dikenal sebagai Android 4.2 Jelly Bean,…
Ringkasan Singkat: Android 17 adalah versi utama sistem operasi Android yang dijadwalkan dirilis oleh Google pada…
Teknomacro.com - Google tengah menyiapkan peluncuran Android 17 yang membawa berbagai peningkatan pada aspek desain,…
Ringkasan Singkat: Zero-Day Android adalah kerentanan keamanan pada sistem operasi Android yang belum diketahui atau…
Ringkasan Singkat: Zero-Day Android adalah kerentanan keamanan yang belum pernah dilaporkan sebelumnya dan dapat dieksploitasi…
This website uses cookies.