Sementara itu, proses membentuk satelit terestrial bulan masih misteri. Setelah melakukan penelitian, sejumlah ilmuwan akhirnya berhasil menggambarkan teori-teori yang mendukung adanya bulan. Ketika bumi baru ada sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, tabrakan dengan batu antariksa seukuran Mars dan meteorit menutupi keduanya. Dan ditemukan juga bahwa sisa-sisa tabrakan residual membentuk bulan.
Para peneliti juga percaya bahwa bulan lahir tak lama setelah bumi. Di era 1970-an sempat ada penjelasan bagaimana lahirnya bulan dalam riset Giant Impact Hypothesis dijelaskan bahwa bulan terbentuk karena terjadi tabrakan dari dua planet muda yaitu bumi dan objek yang disebut Theia yang juga dianggap sebagai objek seukuran Mars, kemudian bulan lahir dari puing -puing keduanya. Di dalam pemaparan penelitian tersebut mengatakan material dari Theia lebih banyak terkandung di bulan yaitu lebih dari 60 %. Namun jika melihat dari pengambilan sampel batu, bulan lebih menunjukkan kemiripan komponennya dengan bumi.
Para peneliti melakukan simulasi tabrakan pada awal sistem tata surya yang masih terdiri dari 85 hingga 90 Protoplanet, dimana tiap-tiap planet mengandung 10 % Massa bumi. Tidak hanya protoplanet ada juga ribuan objek mungil yang disebut planetesimal yang semuanya memiliki 0,2 persen massa bumi. Dari simulasi, tim peneliti menemukan bahwa tabrakan tersebut bisa menciptakan 3-4 planet berbatu dengan perbandingan paling besar dengan massa bumi serta sekitar 20-40 % Komposisi planet baru sangat mirip dengan komposisi protoplanet yang mengalami tabrakan. Bulan diperkirakan memiliki 1,6 miliar ton air dan elemen langkah yang berlimpah tersembunyi di bawah permukaannya.
Dugaan mengenai adanya kehidupan di bulan diungkap setelah adanya temuan sumber panas energi dalam jumlah besar. Setelah tabrakan dengan Theia terdapat satwa air dalam jumlah yang sangat banyak yang seharusnya cukup untuk membuat bulan memiliki atmosfer dan air di permukaannya. Aktivitas vulkanik yang tinggi juga mengarah ke atmosfer bulan yang didukung oleh uap air dari dalam perut bulan.
Kejadian ini diduga terjadi sekitar 4 miliar tahun yang lalu, sehingga membuat bulan menjadi tempat berkembang biak bagi mikroba. Tetapi setelah jutaan tahun, atmosfer dan kandungan air mengering untuk menjadikannya tempat yang kering dan tidak lagi dapat dihuni.
Kemudian sekitar 500 juta tahun setelahnya aktivitas vulkanik di bulan memuncak yang menyebabkan keluarnya miliaran ton gas yang sanggup membentuk lapisan atmosfer baru dan kembali menghadirkan air di permukaannya. Periode ini diperkirakan bertahan selama beberapa juta tahun hingga saat ini juga nadanya kehidupan di bulan masih sebatas teori.
Baca Juga :
Sumber : Berbagai Sumber
Page: 1 2
Ringkasan Singkat: Z.ai Model AI GLM‑5.2 adalah model bahasa generatif berukuran 5,2 miliar parameter yang diluncurkan…
Ringkasan Singkat: Update Android 17 adalah versi Android dengan API level 17, dikenal sebagai Android 4.2 Jelly Bean,…
Ringkasan Singkat: Android 17 adalah versi utama sistem operasi Android yang dijadwalkan dirilis oleh Google pada…
Teknomacro.com - Google tengah menyiapkan peluncuran Android 17 yang membawa berbagai peningkatan pada aspek desain,…
Ringkasan Singkat: Zero-Day Android adalah kerentanan keamanan pada sistem operasi Android yang belum diketahui atau…
Ringkasan Singkat: Zero-Day Android adalah kerentanan keamanan yang belum pernah dilaporkan sebelumnya dan dapat dieksploitasi…
This website uses cookies.