Advertisement

News

Bukan Hanya Uang, Ternyata Inilah Motif Hacker Sebenarnya!

Faktor Politik

Lanjutnya, Hingga saat ini, rentan terjadi adanya nation state threats, ancaman serangan siber dari negara tertentu dengan motif ingin memajukan kepentingan yang bersifat nasional dari negara yang terkait.

“Dalam beberapa tahun terakhir, nation state threats telah meningkatkan ketegangan antar negara, yang semakin mendorong pentingnya penguatan postur keamanan siber,” ungkapnya.

Masih menurut Digital Defense Report 2022, Microsoft mengungkapkan bahwa serangan yang menargetkan infrastruktur negara meningkat sebesar 40 persen dalam setahun terakhir, dari bagian sistem IT, transportasi,dan infrastruktur komunikasi sebagai target utamanya.

Baca Juga : Selain Bjorka, Inilah 10 Kasus Kebocoran Data yang Kontroversi Sepanjang Tahun 2022

Faktor Sosial

Ketika seseorang atau masyarakat komunal yang menilai adanya ketidakadilan dalam struktur sosial dan politik. Kadang kala mereka beraksi dengan mewakili perasaan mereka dengan mengutarakan protes.

Salah satunya Bjorka ditahun 2022 yang menggemparkan warganet, ia telah banyak membongkar data yang bersifat sensitif dari lembaga hingga menteri dalam pemerintah. Selain itu, dia juga menyuarakan aksi protes dan mewakili masyarakat atas ketidakadilan yang terjadi.

Baca Juga : Resah! Hacker Rusia Sebabkan Kemacetan Jalanan Moscow

Faktor Keingintahuan

Ada kalanya, pelaku kejahatan siber akan melakukan aksinya, dikarenakan perbuatannya seru dan menantang. Mereka akan beraksi dengan melakukan uji coba, apabila berhasil mereka akan mendapatkan kebanggaan tersendiri dibaliknya.

Tambahnya, ia meminta agar masyarakat terus waspada dengan menjaga data pribadi dan mengantisipasi perihal yang tidak diinginkan terjadi.

Baca Juga : Gara-gara Serangan “Hacker”, Sistem Ditjen Minerba Terkendala

“Karena itu, penting bagi kita untuk #BeCyberSmart dengan melakukan berbagai upaya keamanan dasar, agar dapat memperkuat keamanan siber kita. Ada lima langkah yang bisa kita lakukan, yaitu dengan 1) menggunakan multi-factor authentication, 2) menerapkan prinsip Zero Trust, 3) menggunakan anti-malware modern, 4) selalu update teknologi yang digunakan, dan 5) memproteksi data,” terangnya..

Sumber : Merdeka.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Page: 1 2

Asfian Nur Muhammad

Asfian Nur Muhammad yang lebih sering disapa Asfian, adalah seorang penulis di Teknomacro. Ia suka mengikuti tren yang berkaitan tentang teknologi. Asfian ingin berbagi dan membantu para pembaca dengan memberikan informasi edukatif, solutif, dan bermanfaat

Recent Posts

Optimasi Layanan Pelanggan dengan Z.ai Model AI GLM-5.2

Ringkasan Singkat: Z.ai Model AI GLM‑5.2 adalah model bahasa generatif berukuran 5,2 miliar parameter yang diluncurkan…

4 bulan ago

Kasus Update Android 17: 3 Perusahaan Raih Efisiensi Kinerja Aplikasi

Ringkasan Singkat: Update Android 17 adalah versi Android dengan API level 17, dikenal sebagai Android 4.2 Jelly Bean,…

4 bulan ago

Update Android 17 vs 16: 5 Kriteria Nyata Pilih yang Tepat

Ringkasan Singkat: Android 17 adalah versi utama sistem operasi Android yang dijadwalkan dirilis oleh Google pada…

4 bulan ago

Android 17 Segera Meluncur, Desain Baru dan Fitur Keamanan Canggih

Teknomacro.com - Google tengah menyiapkan peluncuran Android 17 yang membawa berbagai peningkatan pada aspek desain,…

4 bulan ago

Zero-Day Android: Apa Itu, Cara Deteksi, dan Pencegahan Efektif

Ringkasan Singkat: Zero-Day Android adalah kerentanan keamanan pada sistem operasi Android yang belum diketahui atau…

4 bulan ago

Pengertian Zero-Day Android: Kebocoran Data & Solusi Mitigasi

Ringkasan Singkat: Zero-Day Android adalah kerentanan keamanan yang belum pernah dilaporkan sebelumnya dan dapat dieksploitasi…

4 bulan ago

This website uses cookies.