Advertisement

News

Menkominfo Umumkan Hasil Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2022

Teknomacro.com – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengumumkan hasil survei Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI). Data survei tersebut sebesar 37,8 dari skala 1 sampai 100. Dari hasil survei tersebut, ditemukan pilar pemberdayaan yang paling rendah di Indonesia yang harus ditingkatkan, Selasa, (27/12/2022)

Ia menjelaskan bahwa survei tersebut merupakan pertama kalinya menggunakan alat toolkit yang direkomendasikan saat G20 Summit sebelumnya.

“Survei IMDI pertama kalinya menggunakan toolkit yang direkomendasikan atau diadopsi pada saat G20 Summit,” katanya dalam keterangan resminya, belum lama ini.

Dilansir dari techno.okezone, Survei tersebut dilakukan di 514 kabupaten dan kota. Ada empat pilar penting yang dipakai mengukur indeks masyarakat digital Indonesia, yang pertama infrastruktur dan ekosistem, kedua keterampilan digital, ketiga pemberdayaan, dan keempat pekerjaan.

Menkominfo Umumkan Hasil Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2022, Sumber : Kementerian Komunikasi dan Informatika

Dia mengatakan bahwa dari keempat pilar itu, Menkominfo menilai pilar pemberdayaan masih rendah di indonesia. Dan ini adalah tantangan kedepan untuk meningkatkan hilirisasi, dimana hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga : Menkominfo Ajak Pemda Bantu Mempercepat Pemerataan Akses Internet

“Pilar pemberdayaan ditemukan yang paling rendah. Ini menjadi tantangan ke depan untuk terus ditingkatkan dari hilirisasinya, mengingat upaya itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo,” lanjutnya.

Lanjutnya, pembangunan infrastruktur sudah dilakukan, tetapi khusus untuk sektor hulu digital harus seimbang dengan hilirisasi atau pemanfaatan dan pengembangan digitalnya di Indonesia.

“Pembangunan besar-besaran sudah dibangun di fiber optik, fiber link, microwave link, satelit, maupun base transceiver station. Tapi, pembangunan di sektor infrastruktur hulu digital juga harus diimbangi dengan hilirisasi atau pemanfaatan dan pengembangan digitalnya di Indonesia ini,” ungkapnya.

Baca Juga : Menkominfo Tegaskan Indonesia Terapkan Toolkit Hasil KTT G20

Sumber : Okezone Techno

Asfian Nur Muhammad

Asfian Nur Muhammad yang lebih sering disapa Asfian, adalah seorang penulis di Teknomacro. Ia suka mengikuti tren yang berkaitan tentang teknologi. Asfian ingin berbagi dan membantu para pembaca dengan memberikan informasi edukatif, solutif, dan bermanfaat

Recent Posts

Panduan 5 Langkah Praktis Optimalkan Model AI GLM-5.2 untuk Anda

Ringkasan Singkat: Model AI GLM-5.2 adalah model bahasa generatif yang memiliki sekitar 5,2 miliar parameter dan dikembangkan…

4 bulan ago

Z.ai GLM vs LLaMA: Mana yang Lebih Tepat untuk Proyek Anda

Ringkasan Singkat: Z.ai GLM adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh perusahaan Z.ai. Umumnya digunakan untuk…

4 bulan ago

Menguasai AI Model GLM-5.2: Praktik Lapangan untuk Keunggulan

Ringkasan Singkat: GLM‑5.2 adalah model bahasa generatif multi‑bahasa yang dikembangkan oleh Beijing Academy of Artificial…

4 bulan ago

AI GLM-5.2: Apa Kelebihan, Batasan, dan Cara Mengoptimalkannya?

Ringkasan Singkat: AI GLM-5.2 adalah model bahasa besar (LLM) berparameter sekitar 5,2 miliar, dikembangkan oleh Tsinghua University…

4 bulan ago

Z.ai GLM vs Competitor AI: 5 Kriteria Nyata untuk Pilih yang Tepat

Ringkasan Singkat: Z.ai GLM adalah model bahasa berskala besar (large language model) yang dikembangkan oleh…

4 bulan ago

Z.ai Luncurkan Model AI GLM-5.2: Apa Itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Ringkasan Singkat: Z.ai meluncurkan model AI GLM-5.2, sebuah large language model generatif dengan 5,2 miliar parameter…

4 bulan ago

This website uses cookies.