Selain Bjorka Inilah 10 Kebocoran Data yang Kotroversi Sepanjang Tahun 2022, Sumber Foto : Unsplash.com/Lewis Kang'ethe Ngugi
Teknomacro.com – Selain Bjorka, Kebocoran data menjadi masalah yang paling krusial dan kontroversi selama tahun 2022. Ini menjadi bukti bahwa tingkat keamanan cyber di Indonesia masih rendah. Beberapa data lembaga pemerintah, perusahaan negara, dan pejabat negara mengalami kebocoran data.
Akibatnya, kebocoran data ini berdampak pada masyarakat. Karena, data yang bocor tersebut sangat sensitif, disebarluaskan setelah diretas. Apa saja kasus kebocoran data yang paling kontroversial sepanjang tahun 2022?
PLN (Perusahaan Listrik Negara) merupakan perusahaan plat merah yang mengalami kebocoran data. Berdasarkan informasi yang beredar, dilaporkan terdapat lebih dari 17 juta data pelanggan PLN yang bocor dan dijual hacker.
Adapun data yang bocor mulai dari ID pelanggan, nama, tipe energi, tipe meteran, KWH, dan unit UPI. Data tersebut diretas oleh akun hacker dengan nama Loliyta.
Dilansir dari tekno.kompas.com, Peneliti Keamanan Siber Independen, Afif Hidayatullah yakin bahwa kebocoran data tersebut benar berasal dari PLN.
“Jelas yang mengeluarkan data tersebut hanya PLN. Tidak ada lagi di Indonesia yang mencatat informasi tersebut dengan jumlah sampai 17 juta lebih,” ujarnya.
Setelah peretasan data PLN, lebih dari 21,7 ribu data perusahaan swasta di indonesia yang dijual oleh para hacker di darkweb.
Kebocoran ini terjadi pada tanggal 15 Agustus 2022. Hacker Toshikana mengelompokkan data menjadi beberapa folder, yaitu perusahaan dengan profit pendapatan kurang lebih setara Rp.779 miliar. Dan data tersebut merupakan perusahaan besar dan standar.
Baca Juga : Waspada! Kejahatan Siber Lewat Iklan Online, FBI Sarankan Instal Ini!
Selain PLN, peretasan data juga dialami oleh anak perusahaan Telkom Indonesia, Indihome. Data yang diretas mencakup 26 juta data pelanggan.
Dilansir dari Kompas.com, data tersebut diunggah oleh Bjorka pada Sabtu 20 Agustus 2022. Rincian informasi yang diduga milik pelanggan IndiHome ini berisi domain, platform, browser, URL, Google keyword, IP, resolusi layar, lokasi pengguna, e-mail, gender, nama, NIK, dan sebagainya.
Ringkasan Singkat: Model AI GLM-5.2 adalah model bahasa generatif yang memiliki sekitar 5,2 miliar parameter dan dikembangkan…
Ringkasan Singkat: Z.ai GLM adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh perusahaan Z.ai. Umumnya digunakan untuk…
Ringkasan Singkat: GLM‑5.2 adalah model bahasa generatif multi‑bahasa yang dikembangkan oleh Beijing Academy of Artificial…
Ringkasan Singkat: AI GLM-5.2 adalah model bahasa besar (LLM) berparameter sekitar 5,2 miliar, dikembangkan oleh Tsinghua University…
Ringkasan Singkat: Z.ai GLM adalah model bahasa berskala besar (large language model) yang dikembangkan oleh…
Ringkasan Singkat: Z.ai meluncurkan model AI GLM-5.2, sebuah large language model generatif dengan 5,2 miliar parameter…
This website uses cookies.
View Comments
kalau data masyarakat yang bocor, apakah masyrakat bisa menuntut ke pembuat aplikasi?
Terima Kasih atas pertanyaannya. Mengenai hal tersebut, bisa dilakukan. Hal ini telah tercantum didalam Undang Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Dalam UU tersebut, jika melakukan tindak kebocoran data akan mendapat sanksi serta tindak pidana. Untuk pidana berkisar 4-6 tahun penjara. Sedangkan untuk sanksi jika ditemukan kesalahan, maka akan dikenakan sanksi 2% dari total pendapatan tahunannya.
Selengkapnya : Menkominfo Ungkap Sanksi Berat Kebocoran Data Korporasi di UU PDP