Para ilmuwan itu kemudian merelokasi kejadian itu ke delta Sungai Nil. Hasilnya, para ilmuwan memperkirakan, angin kuat dari timur yang bergerak sepanjang malam mampu menekan kembali air di laguna pantai di Mesir utara cukup lama.
Tim menyimpulkan kecepatan angin yaitu 63 meter/jam dari timur di atas danau yang direkonstruksi secara digital di sepanjang wilayah Mediterania, dapat menyapu air balik ke pantai barat.
Peristiwa itu menunjukkan dataran lumpur yang luas dan menciptakan jembatan darat yang akan tetap tinggi serta kering selama empat jam.
Baca Juga : Mukjizat Nabi Musa, Tak Hanya Membelah Laut Merah
Perihal itu dinilai cukup untuk Bani Israil berjalan melewati dataran lumpur yang terbuka sebelum air mengalir kembali, menelan kavaleri Firaun.
Akan tetapi, para ilmuwan tidak menjalankan ujicoba ini di Laut Merah sebab lokasinya yang tidak sesuai dengan penjelasan dalam kisah Exodus yang dikisahkan dalam Alkitab.
Pimpinan dari studi tersebut Carl Drew mengatakan bahwa simulasi dari hal peristiwa tersebut diklaim cukup cocok dengan Exodus.
“Simulasinya cukup cocok dengan yang terjadi di Exodus,” kata Carl Drew yang memimpin studi ini.
Baca Juga : Kota Hilang Ditemukan Di Dasar Samudra Atlantik, Inilah Faktanya!
Ringkasan Singkat: Z.ai Model AI GLM‑5.2 adalah model bahasa generatif berukuran 5,2 miliar parameter yang diluncurkan…
Ringkasan Singkat: Update Android 17 adalah versi Android dengan API level 17, dikenal sebagai Android 4.2 Jelly Bean,…
Ringkasan Singkat: Android 17 adalah versi utama sistem operasi Android yang dijadwalkan dirilis oleh Google pada…
Teknomacro.com - Google tengah menyiapkan peluncuran Android 17 yang membawa berbagai peningkatan pada aspek desain,…
Ringkasan Singkat: Zero-Day Android adalah kerentanan keamanan pada sistem operasi Android yang belum diketahui atau…
Ringkasan Singkat: Zero-Day Android adalah kerentanan keamanan yang belum pernah dilaporkan sebelumnya dan dapat dieksploitasi…
This website uses cookies.