Inilah 7 Riset Ilmiah Yang Telah Dijelaskan Dalam Al-Qur'an, Sumber : Pixabay/Joko_Norimo
Seiring ilmu pengetahuan yang makin berkembang semakin banyak fakta riset ilmiah ataupun ilmu pengetahuan di dalam Al-Qur’an yang secara alami telah teruji, fenomena-fenomena alam tersebut tercantum di dalam Al-Qur’an.
Isi Al-Quran tidak hanya mengandung tata cara ibadah, ketuhanan, adab, atau histori melainkan terkandung banyak ilmu serta kebijaksanaan didalamnya yang sampai sekarang belum semuanya terungkap. Perihal ini membuktikan kalau Al-Qur’an bukan karangan manusia melainkan Firman Allah Swt yang kebenarannya tidak diragukan lagi.
Teknomacro merangkum dari berbagai sumber. Berikut ini merupakan 7 riset ilmiah yang telah tercantum di dalam Alquran Mari kita saksikan bersama-sama.
Sangat beragam peristiwa sains yang telah ditunjukkan Al-Qur’an kepada kita apalagi yang tidak logis sekalipun. Seperti perihalnya api di dalam laut, tetapi apakah benar terdapat api di dalam laut? secara logika hal tersebut tidak masuk akal. Api bila disiram dengan air tentu akan mati, tetapi kenapa api di dalam laut yang sejatinya terdapat air yang sangat banyak tidak dapat memadamkan api tersebut ?.
Fenomena ini muncul dari suatu retakan di bawah lautan yang menghasilkan lava. Lava ini mengakibatkan air mendidih hingga suhunya lebih dari 1000°C, walaupun temperatur lava itu sangat panas tidak dapat membuat air laut menguap. Dan walaupun air laut itu berlimpah tidak bisa memadamkan api tersebut. Fenomena unik tersebut telah dijelaskan dalam Al-Qur’an yang artinya :
“Ada laut yang di dalam tanahnya ada api” (Q.S Surah Ath-thuur Ayat 6).
Dan Nabi Muhammad Saw bersabda :
“Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumroh, atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan dibawa api terdapat lautan” (HR. Abu Dawud).
Ayat Al-Qur’an dan Hadits tersebut telah menjelaskan susunan alam itu sendiri, hal ini teruji dengan teori pemisahan dasar laut yang menimbulkan lava di bawah kerak bumi dengan tekanan yang kuat ke permukaan di bawah laut.
Pada pertengahan tahun 1992, Pakar Geologi berkebangsaan Rusia yang bernama Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov bersama rekannya ilmuwan Amerika Rona Clint telah melakukan riset mengenai kerak bumi serta patahannya di dasar laut. Para ilmuwan itu menyelam ke bawah Laut sedalam 1750 Km di lepas Pantai Miami, Sbagovich bersama kedua rekannya menggunakan kapal selam canggih yang kemudian rehat di batu karang dasar laut.
Di dasar laut itulah mereka dikejutkan dengan fenomena aliran air yang amat panas, mengalir ke arah retakan batu, kemudian aliran air itu disertai dengan semburan lava cair panas menyembur seperti api di daratan, disertai dengan debu vulkanik seperti asap kebakaran di daratan yang tidak tanggung-tanggung panasnya suhu api vulkanik di dalam air tersebut nyatanya mencapai 231°C.
Mereka menemukan fakta bahwa peristiwa sains itu terjadi akibat aliran lava vulkanis yang terjadi di dasar laut seperti gunung api bila di darat, dan kemudian mereka mendapatkan lebih banyak lagi gunung api aktif di dasar laut yang tersebar di seluruh lautan.
Peristiwa sains yang kedua adalah pertemuan dua lautan seorang Oceanografer berkebangsaan Perancis Jacques Cousteau telah mengungkap pertemuan dua laut yang tidak berpadu. Costeau meriset pertemuan Samudra Atlantik dan Mediterania yang tidak bercampur satu dengan yang lain, riset ini dilakukannya kala melakukan penjelajahan di dasar laut dengan menemukan kumpulan mata air tawar yang tidak bercampur dengan air laut seperti ada dinding yang menghalangi kedua aliran tersebut, ucap Cousteau. Sang ilmuwan juga berupaya mempelajari ilmu kelautan untuk memecahkan misteri mengenai fenomena aneh tersebut, tetapi tidak pernah membuahkan hasil.
Costeau juga menceritakan perihal unik tersebut pada seseorang profesor muslim. Terkejutlah Costeau kala sang profesor muslim menceritakan jika kejadian tersebut sudah dijelaskan Al-Qur’an 14 abad lalu, yang artinya :
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing- masing” (QS. Ar-Rahman Ayat 19-20).
Terpesona lah Costeau mendengar ayat-ayat Al-Qur’an itu. Kekagumannya terhadap Al-Qur’an itu ternyata melebihi ekspektasinya akan panorama laut dalam yang pernah dilihatnya. Menurut dia, mustahil kalau Al-Quran telah menjelaskan fenomena tersebut. Karena pada zaman itu belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman Samudera.
Costeau juga dikabarkan masuk Islam dengan cara diam-diam atas kekagumannya pada Al-Qur’an yang mengatakan kejadian alam ini. Jacques Cousteau tutup usia pada Rabu, 25 Juni 1997. Costeau dimakamkan di Katedral Notre Dame de Paris.
Baca Juga : Ayat-ayat Al Quran Tentang Sains hingga Pengetahuan Luar Angkasa
Ringkasan Singkat: Model AI GLM-5.2 adalah model bahasa generatif yang memiliki sekitar 5,2 miliar parameter dan dikembangkan…
Ringkasan Singkat: Z.ai GLM adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh perusahaan Z.ai. Umumnya digunakan untuk…
Ringkasan Singkat: GLM‑5.2 adalah model bahasa generatif multi‑bahasa yang dikembangkan oleh Beijing Academy of Artificial…
Ringkasan Singkat: AI GLM-5.2 adalah model bahasa besar (LLM) berparameter sekitar 5,2 miliar, dikembangkan oleh Tsinghua University…
Ringkasan Singkat: Z.ai GLM adalah model bahasa berskala besar (large language model) yang dikembangkan oleh…
Ringkasan Singkat: Z.ai meluncurkan model AI GLM-5.2, sebuah large language model generatif dengan 5,2 miliar parameter…
This website uses cookies.
View Comments
Sungguh bermanfaat