Fatwa Puasa di Luar Angkasa

Diantara beberapa perbedaan kondisi luar angkasa dan bumi dapat membebani pelaksanaan berbagai macam ibadah. Salah satunya gravitasi nol dan ISS yang mengitari Bumi selama 16 kali dalam sehari.

Sehingga dampak yang diakibatkan adalah sholat tidak bisa menghadap kiblat. Tidak bisa shalat lima waktu dan berpuasa dikarenakan mereka belasan kali akan mengalami mengitari bumi, dimana pada umumnya matahari terbit dan tenggelam dalam 24 jam.

Baca Juga : Astronot UEA: Ramadhan Tak Perlu Puasa saat Berada di Antariksa

Berkaitan dengan hal tersebut, Komisi Fatwa Malaysia membuat panduan beribadah di ISS. Dalam panduan tersebut berisi tentang aturan soal sholat, puasa, dan masalah lain seperti makan.

Perihal tersebut, Komisi Fatwa Malaysia menuturkan ibadah puasa boleh dilakukan di ISS atau dapat diganti saat tiba di Bumi. Untuk waktunya, mengikuti zona waktu dari lokasi peluncuran pesawat tersebut.

Untuk sholat, mereka mengatakan waktu sholat didefinisikan sesuai dengan durasi 24 jam. Waktunya merujuk pada tempat diluncurkan dan harus menghadap Ka’bah.

Baca Juga : Apa yang Terjadi Jika Matahari Seketika Lenyap?

Tetapi, Komisi Fatwa Malaysia menginstruksikan agar para astronot untuk berbaring atau gunakan kedipan mata sebagai parameter perubahan gerakan sholat.

Sumber : Berbagai Sumber

Halaman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *