“Meskipun respons sel T yang spesifik terhadap antigen yang berasal dari tumor telah diprioritaskan, kadang-kadang yang akan terjadi adalah meskipun ada sel T antitumor yang telah diprioritaskan, mereka gagal untuk direkrut ke dalam lingkungan tumor,” ujar Dr Arpaia.
Baca Juga : Radiasi HP Tidak Mengganggu Kesehatan Otak, Inilah Penjelasannya!
Melawan Kanker
Itu faktornya, lanjut ia, kenapa bakteri membantu. Mereka dapat mengendurkan cara yang kotor dari tumor dan mendatangkan sel dendritik dan sel T untuk muncul. Pertama memakan tumor, setelah itu memunculkan antigen sel kanker yang dapat diamati sel T.
Proses itu membuat sel T lebih baik dalam melawan tumor. Sementara Bakteri hanya menjalar di dalam tumor tetapi tidak di tempat lain pada bentuk hewan.
Baca Juga : Ilmuwan Temukan Bakteri Usus Penghancur Kanker Hingga Tuntas
Dr. Arpaia menjelaskan, dirinya mengamati benda tersebut hanya mengkolonisasi lingkungan tumor, dan mereka cuma mencapai tingkatan kuorum yang cukup untuk menginduksi lisis di dalam tumor.
Kemampuan tumor untuk mencegah deteksi oleh sistem kekebalan, merupakan bidang riset penting dalam pencegahan dan pemulihan kanker. Saat ini, tim peneliti mencari metode memaksimalkan pendekatan dan mempersiapkan konsep membawanya ke uji klinis.
Baca Juga : Bakteri Penghasil Kecap Ini Mampu Lawan Kanker
Melalui studi selama puluhan tahun, memungkinkan peneliti memahami bagaimana reaksi kekebalan meningkat, dan peneliti meningkatkan pengobatan yang secara khusus untuk menargetkan tiap langkah tersebut.
Sumber : Inews.id
Cek Berita dan Artikel Yang Lain di Google News








