Ilustrasi Astronot, Sumber Foto : Unsplash/Brian Mcgowan
Teknomacro.com – Sesuai dengan anjuran islam, setiap umat muslim wajib melakukan ibadah sholat 5 waktu. Dan menentukan waktu sholat sangat mudah dilakukan dibumi. Tetapi, bagaimana para astronot muslim yang bertugas di stasiun luar angkasa?
Dilansir dari techno.okezone.com, dalam persoalan tersebut pernah dialami oleh astronot asal Uni Emirat Arab (UEA) Hazza Al Mansouri. Saat itu ia bertugas di stasiun luar angkasa, dan mendapati matahari terbit dan terbenam sebanyak 16 kali dalam sehari sehingga dirinya merasa kebingungan menentukan waktu sholat.
Baca Juga : Apakah Bulan Termasuk Planet? Berikut Penjelasannya!
Berdasarkan kejadian tersebut, jika dihitung maka ia harus menunaikan sholat sebanyak 80 kali dalam sehari. Ia akhirnya melakukan konsultasi dengan para ulama, dan akhirnya memutuskan untuk mengikuti waktu jam di Mekkah. Waktu shalatnya sama seperti di Bumi, yaitu 5 kali dalam sehari.
Mengenai arah kiblat, menghadap ke bumi. Untuk air wudhu, jika tidak tersedia, dapat menggunakan debu seperti yang telah ditetapkan dalam ajaran islam, yaitu Tayamum. Gerakan sholat dapat dilakukan dengan berdiri atau duduk. Dikarenakan, ruang gerak di stasiun luar angkasa juga terbatas.
Baca Juga : Bagaimana Rotasi Bumi Bekerja? Inilah Penjelasan Ilmiahnya!
Dari kasus yang dialami oleh Mansour, telah diadakan konferensi para ulama untuk diskusi dan membahas perihal islam dan luar angkasa.
Hasil dari diskusi tersebut, menerbitkan sebuah buku pedoman yang berjudul A Guideline of Performing Ibadah at the International Space Station.
Jadi untuk para astronot muslim tidak perlu khawatir dan risau mengenai waktu dan cara sholat 5 waktu di luar angkasa. Karena panduan sholat dan ibadah diluar angkasa sudah tercantum dalam pedoman tersebut.
Baca Juga : Bagaimana Astronaut Salat dan Puasa di Luar Angkasa?
Sumber : Techno Okezone
Ringkasan Singkat: Model AI GLM-5.2 adalah model bahasa generatif yang memiliki sekitar 5,2 miliar parameter dan dikembangkan…
Ringkasan Singkat: Z.ai GLM adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh perusahaan Z.ai. Umumnya digunakan untuk…
Ringkasan Singkat: GLM‑5.2 adalah model bahasa generatif multi‑bahasa yang dikembangkan oleh Beijing Academy of Artificial…
Ringkasan Singkat: AI GLM-5.2 adalah model bahasa besar (LLM) berparameter sekitar 5,2 miliar, dikembangkan oleh Tsinghua University…
Ringkasan Singkat: Z.ai GLM adalah model bahasa berskala besar (large language model) yang dikembangkan oleh…
Ringkasan Singkat: Z.ai meluncurkan model AI GLM-5.2, sebuah large language model generatif dengan 5,2 miliar parameter…
This website uses cookies.
View Comments
Terimakasih informasinya....