Advertisement

Science

Begini Cara Astronot Tentukan Waktu Sholat di Luar Angkasa

Teknomacro.com – Sesuai dengan anjuran islam, setiap umat muslim wajib melakukan ibadah sholat 5 waktu. Dan menentukan waktu sholat sangat mudah dilakukan dibumi. Tetapi, bagaimana para astronot muslim yang bertugas di stasiun luar angkasa?

Dilansir dari techno.okezone.com, dalam persoalan tersebut pernah dialami oleh astronot asal Uni Emirat Arab (UEA) Hazza Al Mansouri. Saat itu ia bertugas di stasiun luar angkasa, dan mendapati matahari terbit dan terbenam sebanyak 16 kali dalam sehari sehingga dirinya merasa kebingungan menentukan waktu sholat.

Baca Juga : Apakah Bulan Termasuk Planet? Berikut Penjelasannya!

Berdasarkan kejadian tersebut, jika dihitung maka ia harus menunaikan sholat sebanyak 80 kali dalam sehari. Ia akhirnya melakukan konsultasi dengan para ulama, dan akhirnya memutuskan untuk mengikuti waktu jam di Mekkah. Waktu shalatnya sama seperti di Bumi, yaitu 5 kali dalam sehari.

Mengenai arah kiblat, menghadap ke bumi. Untuk air wudhu, jika tidak tersedia, dapat menggunakan debu seperti yang telah ditetapkan dalam ajaran islam, yaitu Tayamum. Gerakan sholat dapat dilakukan dengan berdiri atau duduk. Dikarenakan, ruang gerak di stasiun luar angkasa juga terbatas.

Baca Juga : Bagaimana Rotasi Bumi Bekerja? Inilah Penjelasan Ilmiahnya!

Dari kasus yang dialami oleh Mansour, telah diadakan konferensi para ulama untuk diskusi dan membahas perihal islam dan luar angkasa.

Hasil dari diskusi tersebut, menerbitkan sebuah buku pedoman yang berjudul A Guideline of Performing Ibadah at the International Space Station.

Jadi untuk para astronot muslim tidak perlu khawatir dan risau mengenai waktu dan cara sholat 5 waktu di luar angkasa. Karena panduan sholat dan ibadah diluar angkasa sudah tercantum dalam pedoman tersebut.

Baca Juga : Bagaimana Astronaut Salat dan Puasa di Luar Angkasa?

Sumber : Techno Okezone

Asfian Nur Muhammad

Asfian Nur Muhammad yang lebih sering disapa Asfian, adalah seorang penulis di Teknomacro. Ia suka mengikuti tren yang berkaitan tentang teknologi. Asfian ingin berbagi dan membantu para pembaca dengan memberikan informasi edukatif, solutif, dan bermanfaat

View Comments

Recent Posts

Panduan 5 Langkah Praktis Optimalkan Model AI GLM-5.2 untuk Anda

Ringkasan Singkat: Model AI GLM-5.2 adalah model bahasa generatif yang memiliki sekitar 5,2 miliar parameter dan dikembangkan…

4 bulan ago

Z.ai GLM vs LLaMA: Mana yang Lebih Tepat untuk Proyek Anda

Ringkasan Singkat: Z.ai GLM adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh perusahaan Z.ai. Umumnya digunakan untuk…

4 bulan ago

Menguasai AI Model GLM-5.2: Praktik Lapangan untuk Keunggulan

Ringkasan Singkat: GLM‑5.2 adalah model bahasa generatif multi‑bahasa yang dikembangkan oleh Beijing Academy of Artificial…

4 bulan ago

AI GLM-5.2: Apa Kelebihan, Batasan, dan Cara Mengoptimalkannya?

Ringkasan Singkat: AI GLM-5.2 adalah model bahasa besar (LLM) berparameter sekitar 5,2 miliar, dikembangkan oleh Tsinghua University…

4 bulan ago

Z.ai GLM vs Competitor AI: 5 Kriteria Nyata untuk Pilih yang Tepat

Ringkasan Singkat: Z.ai GLM adalah model bahasa berskala besar (large language model) yang dikembangkan oleh…

4 bulan ago

Z.ai Luncurkan Model AI GLM-5.2: Apa Itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Ringkasan Singkat: Z.ai meluncurkan model AI GLM-5.2, sebuah large language model generatif dengan 5,2 miliar parameter…

4 bulan ago

This website uses cookies.