B-Money
Pada tahun 1998 Wei Dai menyarankan sistem mata uang elektronik penyaluran anonim yang disebut B-Money. Ia mengusulkan dua aturan yang berbeda, termasuk membutuhkan saluran yang tersinkronisasi dan aman.
Hingga akhirnya, konsepnya tidak pernah berhasil. Meskipun memiliki banyak perbedaan, tetapi B-Money juga merupakan upaya uang digital yang bersifat pribadi, anonim, dan aman.
Sistem B-Money digunakan untuk mengirim mata uang dengan jaringan yang terdesentralisasi. Sistemnya menggunakan aturan kontrak tanpa menyertakan pihak ketiga. Meski begitu, pada akhirnya operasinya tidak sukses dan tidak mendapat atensi dari publik.
Hashcash
Pada tahun 90-an, terdapat uang digital yang bernama Hashcash, yang merupakan mata uang pra-bitcoin yang paling sukses pada masanya. Mata uang tersebut dirancang dengan beberapa keperluan, seperti mencegah serangan DDoS dan mengurangi email spam.
Hashcash buka berbagai peluang yang baru akan terwujud setelah hampir beberapa dekade. Mata uang tersebut gunakan algoritma proof-of-work yang membantu pembuatan serta penyaluran koin baru, seperti cryptocurrency kontemporer.
Baca Juga : Warga RI yang Mau Beli Bitcoin, Kalau Berani Baca Dulu Ini!
Tetapi, Hashcash mengalami banyak masalah yang sama dengan mata uang digital sebelumnya, pada tahun 1997 menghadapi peningkatan kebutuhan sehingga semakin tidak efektif.
Meski begitu, mata uang digital tersebut memiliki minat yang signifikan di masanya. Dampaknya, banyak komponen dari Hashcash masuk dalam pengembangan Bitcoin.
Bitcoin
Bitcoin merupakan salah satu mata uang digital cryptocurrency yang masih bertahan hingga saat ini, disusul dengan mata uang yang serupa dengan konsepnya. Tepatnya dirilis pada tahun 2008.
Hingga pada tahun 2022, kenaikan nilai bitcoin naik meroket tajam dengan mengalahkan mata uang lainnya. Walaupun pergerakannya fluktuatif, namun mata uang digital tersebut membuktikan bahwa mereka dapat bersaing dan eksis hingga sekarang ini. Seiring berjalannya waktu, muncul jenis cryptocurrency baru.
Sumber : Oketechno








