Selain itu, penjualan headset VR mengalami penurunan 2% pada tahun 2022 pada awal desember, menurut data yang dibagikan oleh firma riset NPD Group kepada CNBC Internasional, Kamis (2/2/2023).
Pada bulan juli, Meta memberitahukan bahwa mereka akan menaikkan harga headset VR Quest 2 senilai USD 100. Alasan kenaikannya, karena untuk memperhitungkan tekanan tingkat eskalasi inflasi.
Setelah itu, Meta merilis headset Quest Pro VR pada bulan Oktober dengan harga yang lebih mahal. Mereka menawarkannya kepada perusahaan sebagai peralatan tempat kerja seharga USD 1.500. Minggu ini, mereka akan banting harga headset VR kelas atas dengan diskon menjadi USD 400 dalam jangka waktu tertentu.
Mark Zuckerberg mengatakan Jim Cramer dari CNBC Internasional bahwa dia berambisi mendapatkan satu miliar orang di metaverse untuk lakukan perdagangan ratusan dolar pada kedua dekade ini.
Hanya saja, sebelum harapannya menjadi kenyataan, Meta harus menggocek biaya hingga miliaran dolar untuk mengembangkan teknologi VR dan augmented-reality yang menyokong konsep mereka.
Baca Juga : Metaverse Meta Rugi Rp200 Triliun di 2022, Zuckerberg Menyerah?
Perusahaan Meta berharap agar investasi Reality Labs semakin dipercepat untuk menutup kerugian operasional yang dialaminya secara jangka panjang.
“Setelah tahun 2023, kami berharap untuk mempercepat investasi Reality Labs sehingga kami dapat mencapai tujuan kami untuk meningkatkan pendapatan operasional perusahaan secara keseluruhan dalam jangka panjang,” katanya saat itu.
Pemegang saham tentu tidak senang dengan hasil yang diperoleh meta hingga saat ini. Karena, mereka mengalami kerugian hampir dua pertiga kapitalisasinya tahun sebelumnya. Diakibatkan karena ekspansi biaya pengembangannya melonjak.
Kemudian, bisnis iklan online mereka terpukul perekonomian lantaran meningkatnya persaingan dari TikTok, dan juga Apple yang memiliki kebijakan untuk batasi iklan digital.
Sumber : CNBC Indonesia






