Tempat Ibadah Jadi Sepi

Soalnya, kuil yang mulai menggantungkan otomatisasi dibanding pelaksanaan manual guna memuja dewa diduga menjadi biang kerok sepinya tempat ibadah.

keresahan ini bersumbu pada kebenaran penurunan jumlah golongan muda yang bersedia mengabdikan hidup mereka buat pendidikan serta praktik spiritual. Tren ini telah terjadi sejak beberapa dekade terakhir di Asia Selatan.

Baca Juga : Chat GPT Setara Otak Manusia, Founder Apple : Sangat Mengesankan

Selain itu, para pendeta ataupun ‘pandit’ saat ini hanya melayani komunitas umat yang kian kecil apabila dibanding beberapa dekade sebelumnya.

Menurut para peneliti, keresahan banyak orang masalah robot religius bertumpu pada satu permasalahan. Bahwasanya, robot dapat melaksanakan ritual keagamaan lebih sempurna dibanding manusia.

Baca Juga : Waduh, Robot Satpam Mulai Gantikan Kerja Pak Satpam Berkumis

Robot sanggup sebagai jalan keluar dari kelemahan manusia, karena robot tidak bisa letih, tidak bisa lupa dengan apa yang harus dikatakan, dan juga tidak bisa tidur serta meninggalkan ritual.

Hal ini pada akibatnya menjadi paradoks adat tertentu, di mana ritual terbaik pada hakikatnya tidak mengaitkan manusia sama sekali.

Kendati demikian, mesti dicatat bahwa hakikat ritual agama sejatinya manusia beribadah merupakan interaksi nurani antara manusia dan Tuhan yang disembah. Hal ini tidak akan bisa digantikan oleh robot paling modern sekalipun.

Baca Juga : 10 Pekerjaan yang Bakal Tergantikan oleh Robot

Sumber : CNBC Indonesia

Cek Berita dan Artikel Yang Lain di Google News

Halaman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *