Lanjutnya, pembelahan air melalui angin yang menggerakkan air sehingga ciptakan celah untuk kedua sisinya dan kembali menutup seperti semula.
“Pembelahan air bisa dimengerti lewat dinamika cair. Angin menggerakan air dengan cara yang sesuai dengan hukum fisika, menciptakan celah yang aman dengan air di kedua sisinya lalu tiba-tiba mengembalikan air menutup seperti semula,” tambahnya.
Hasil studi ini sudah diterbitkan para ahli di jurnal PLOS dengan judul Dynamics of Wind Setdown at Suez and the Eastern Nile Delta.
Sebelum riset ini, beberapa riset lain juga telah dilakukan fenomena Nabi Musa itu.
Salah satunya adalah riset dari ilmuwan Rusia yang menyiratkan terdapatnya angin besar dari barat laut mampu membuka karang kecil di dekat kanal Suez modern dan bakal memberi orang Israel penyeberangan.
Namun, bagi Drew, apabila itu yang berlangsung, Bani Israil bakal tertiup oleh angin itu. Di saat yang sama, kisah Exodus juga menuturkan kehadiran angin dari timur.
“Jika Anda ingin mencocokkan dengan apa yang ada di Injil, Anda butuh angin dari timur,” ujarnya.
Baca Juga : Mukjizat Nabi Musa Membelah Lautan, Begini Pembuktian Ilmiahnya
Sumber : CNN Indonesia
Cek Berita dan Artikel Yang Lain di Google News








