Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Wakil Direktur dan Fisikawan di National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colorado Scott McIntosh menjelaskan bahwa fenomena aneh yang terjadi pada garis lintang 55 derajat sekali setiap siklusnya.
Tetapi dia sendiri juga mengklaim belum pernah melihat pusaran fenomena seperti saat ini.
“Sekali setiap siklus Matahari, ia terbentuk pada garis lintang 55 derajat dan mulai bergerak ke kutub Matahari. Ini sangat aneh,” ujarnya.
Dia mempertanyakan mengapa fenomena tersebut hanya terjadi di bagian kutub utara matahari dan kemudian menghilang secara tiba-tiba. Selain itu, kemunculannya pun bisa memakan waktu hingga beberapa tahun.
Baca Juga : Bagaimana Rotasi Bumi Bekerja? Inilah Penjelasan Ilmiahnya!
“Ada pertanyaan besar ‘mengapa’ di sekitarnya. Mengapa hanya bergerak ke arah kutub satu kali, kemudian menghilang dan kembali, secara ajaib, tiga atau empat tahun kemudian di wilayah yang persis sama?,” sambungnya.
Riset terhadap kejadian seperti itu terbatas, karena tidak ada cara untuk mengamati dari daerah kutubnya hingga saat ini.
Baca Juga : Begini Cara Astronot Bangun Stasiun Luar Angkasa
“Kita hanya bisa mengamati Matahari dari bidang ekliptika, yaitu bidang tempat planet mengorbit,” sambungnya.
Baca Juga : Ilmuwan Ungkap Kapan dan Bagaimana Matahari akan Hancur
Kendati demikian, dengan Pengorbit Surya Badan Antariksa Eropa misinya masih berlangsung, dapat membuka akses bagi para ilmuwan untuk mendapatkan pemahaman lebih komprehensif terkait bagaimana siklus magnetiknya bisa ada di langit.
Sumber : Detikinet
Cek Berita dan Artikel Yang Lain di Google News








