Teknomacro.com – Teknologi Chat GPT sedang menjadi pembicaraan yang hangat baru ini. Karena, sistem chatbot buatan perusahaan kecerdasan buatan yang didirikan oleh Elon Musk Open AI itu memiliki keahlian yang sangat menakjubkan.
Chat GPT dapat menjawab berbagai macam pertanyaan dan berikan informasi ke para pengguna dengan bahasa yang sangat alami. Selain itu, informasi yang diberikan juga jauh melebihi kapasitas Google search sebagai mesin pencari yang populer.
Kehebatan teknologi ini akan berkembang, karena Open AI membentuknya dengan data pembelajaran penguatan yang dirancang dengan arsitektur GPT-3.5. Namun, dengan segala kehebatan yang dimilikinya, apakah teknologi Chat GPT berpotensi jadi alat kejahatan siber?
Baca Juga : Chat GPT Setara Otak Manusia, Founder Apple : Sangat Mengesankan
Menurut Ketua Indonesia Cyber Security Forum Ardi Sutedja mengatakan teknologi tersebut memiliki peluang besar akan dimanfaatkan para penjahat siber dalam menjalankan aksinya.
Bahkan Chat GPT disebutkan telah dipergunakan oleh para penjahat siber yang tidak memiliki skill khusus dalam meretas data. Mereka akan menggunakan Chat GPT sebagai alat untuk rekayasa sosial yang dapat merugikan korban.
“Ini akan semakin sering dan meningkat, dan bahkan bisa dilakukan oleh mereka-mereka yang pemula,” katanya.
Baca Juga : Kenalan Dengan Chat GPT, Chatbot Pintar Berbasis AI






