Lanjutnya, dalam menjalankan aksinya mereka akan memperoleh banyak informasi data pribadi dari calon korbannya. Sehingga informasi yang diperoleh akan dijadikan senjata untuk lakukan pemerasan kepada mereka.
“Chat GPT bisa masuk kemana-mana dan apa yang selama ini kita input di internet dia bisa temukan, dan ini benar-benar mimpi buruk buat mereka yg ingin menghilangkan jejak digitalnya,” lanjutnya, saat dihubungi pada Senin (13/2/2023).
Selain digunakan untuk melakukan aksi kejahatan serupa, ia juga mengatakan bahwa Chat GPT dapat terlibat terhadap keamanan nasional dimulai maraknya teknologi deepfakes dan disinformasi.
Dia mengungkap bahwa hal ini bisa terjadi sebab teknologi Chat GPT dapat membuat coding dan algoritma menginput informasi palsu (Malicious) yang dijadikan alat sebagai kejahatan serangan siber.
Czech Point Research (CPR) juga mengatakan bahwa teknologi ini bahaya bagi sebuah blog. Mereka bisa membuat alat kejahatan, seperti email phishing dan kode berbahaya.
Para ilmuwan di perusahaan keamanan siber itu pun telah berhasil membuktikan bagaimana Chat GPT dapat digunakan oleh semua pengguna untuk membuat email phishing dan kode berbahaya.
Para peneliti meminta dengan menginstruksikan chatbot untuk membuat email phising yang menyusup sebagai perusahaan hosting. Ternyata Chat GPT dapat memberikan jawaban, sekalipun menunjukkan bahwa konten tersebut melanggar kebijakan kontennya.
Baca Juga : Waduh! Kehebatan AI Dapat Ancam Manusia, Ini Pendapat Ilmuwan







