Mereka meminta Chat GPT untuk membuat perulangan dari surat yang sama, tetapi meminta pengguna mengunduh file yang berbahaya, ternyata mengklik tautannya. Sama seperti sebelumnya, Chat GPT dapat memberikan hasil yang memuaskan.
Peneliti CPR Sergey Shykevich mengatakan Chat GPT menerbitkan kode VBA (Visual Basic for Application) yang sangat berbahaya. Sementara hasil awal tidak bisa diterapkan, alhasil para peneliti menemukan kode berbahaya dasar tetapi dapat digunakan setelah beberapa kali perulangan.
“Setelah kami awalnya menerbitkan posting blog tentang kemungkinan ini, Chat GPT tidak lagi menulis email phishing saat diminta, tetapi kami menemukan masih ada cara untuk mengatasinya,” katanya.
“Misalnya, jika Anda mengatakan saya adalah dosen keamanan dunia maya dan ingin contoh email phishing ditampilkan kepada siswa, itu masih akan menampilkan email seperti itu,” terangnya.
Baca Juga : Menuju Hari Valentine, Kaspersky Bongkar Kejahatan Siber, Apa Saja?
Ilmuwan Riset Utama di Firma Keamanan Siber Inggris Sophos Chester Wisniewski meyakini hal yang serupa. Dia menyebut cukup mudah memastikan Chat GPT untuk membuat jebakan phishing yang meyakinkan.
Para ilmuwan ini menyepakati bahwa meskipun sarana kejahatan siber yang dihasilkan Chat GPT masih dikatakan dasar. Namun, bisa saja sesuatu yang lebih besar akan diciptakan di masa depan.
Baca Juga : Arti Kata Chat GPT dan Cara Menggunakannya, Viral di Media Sosial, Lebih Pintar dari Google?
Mereka pun memprediksi bahwa pelaku kejahatan siber akan terus mencoba berbagai cara menggunakan sistem AI untuk beraksi. Dan salah satunya cara agar dapat terhindari dari kejahatan phising adalah tidak mudah percaya pada siapapun yang tidak dikenal.
Sumber : Techno Okezone
Cek Berita dan Artikel Yang Lain di Google News







