Teknomacro.com – China dan Amerika merupakan negara besar yang sering konflik dan memicu atensi publik secara internasional. Kedua negara tersebut juga bersaing dalam mendominasi dan perang dagang yang memengaruhi kurs mata uang secara global.
Sebelumnya, Amerika telah menembak balon China yang diduga melakukan penyelidikan atau mengintai kondisi negara paman sam tersebut. Peristiwa ini memicu tensi baru antara keduanya yang membuat hubungannya tengah memburuk.
Daftar Isi
Hingga saat ini, Militer Amerika Serikat (AS) mencari sisa balon tersebut setelah ditemukan telah mengudara selama beberapa hari di wilayahnya.
Baca Juga : Begini Cara Astronot Bangun Stasiun Luar Angkasa
Komandan Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara, Jenderal Glen Van Herck mengatakan bahwa Angkatan Laut AS mencari bekas atau sisa alat dan bagian lainnya, dilansir Reuters, Senin (6/2/2023).
Disamping itu, Negara dengan Julukan Tirai Bambu tersebut bersikukuh mengatakan balon putih yang terbang melewati wilayah AS beberapa hari sebelumnya merupakan balon cuaca yang terbawa angin. Sedangkan menurut para petinggi di Washington meyakini bahwa balon tersebut adalah alat mata-mata yang digunakan untuk memantau daerah sensitif.
Perkembangan satelit saat ini, balon pengintai yang biasanya dilengkapi peralatan teknologi canggih yang menjurus ke bawah, tampaknya dapat melakukan pengawasan dengan jarak dekat.
Baca Juga : Tim Riset AS Akan Teliti Nuklir Di Kalimantan, Apa Potensinya?







