Teknomacro.com – Proses fotosintesis merupakan suatu sistem agar tumbuhan bisa tumbuh dan hidup. Dimana tumbuhan, ganggang, serta beberapa bakteri mengganti karbon dioksida dan air jadi oksigen serta gula untuk dipakai sebagai energi.
Daftar Isi
Sebuah penelitian baru menemukan fakta mencengangkan mengenai proses fotosintesis yang nyatanya bertentangan dari materi dalam buku-buku pelajaran.
Proses Fotosintesis
Untuk menjalankan proses ini, organisme memanfaatkan sinar Matahari untuk mengoksidasi ataupun mengambil elektron dari air, kemudian memberikan elektron pada molekul karbon dioksida.
Reaksi kimia ini memerlukan fotosistem atau protein kompleks yang memiliki klorofil guna memindahkan elektron di antara molekul yang berbeda. Klorofil sendiri merupakan pigmen yang menyerap cahaya dan memberikan warna hijau pada daun tumbuhan serta ganggang.
Baca Juga : Menarik! Tanaman Menghasilkan Suara, Gimana Caranya?
Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan 22 Maret di jurnal Nature, para peneliti menggunakan cara baru yang dikenal sebagai ultrafast transient absorption spectroscopy. metode ini digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana fotosintesis bekerja pada skala waktu seperseribu detik (0,000000000000001 detik) untuk pertama kalinya.
Tim ini awalnya berupaya mencari tahu bagaimana kuinon, atau molekul berwujud cincin yang bisa mencuri elektron selama prosedur kimia, berpengaruh pada fotosintesis. Namun, para peneliti mendapatkan elektron dapat dilepaskan dari fotosistem jauh lebih awal selama fotosintesis dari yang dipercayai para ilmuwan sebelumnya.
Seorang penulis studi yang juga seorang ahli biokimia yang berspesialisasi dalam fotosintesis di University of Cambridge di Inggris Jenny Zhang mengatakan bahwa mereka akan mengira dengan teknik tersebut, hasilnya akan seperti yang diketahui pada umumnya.
Baca Juga : Bisakah Tanaman Tumbuh di Permukaan Bulan?
“Kami pikir kami hanya menggunakan teknik baru untuk mengonfirmasi apa yang telah kami ketahui,” katanya.
Lanjutnya, dia menyatakan hal ini sebuah terobosan baru yang membuat penjelasan fotosintesis yang diketahui sebelumnya berbeda.
“Sebaliknya, kami menemukan jalur yang sama sekali baru, dan membuka kotak hitam fotosintesis sedikit lebih jauh,” tambahnya.
Baca Juga : Keren! Pakar Temukan Lubang Raksasa di China, Apa Isinya?








