Teknomacro.com – Kemunculan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang canggih dibuat oleh manusia dimana tujuannya adalah untuk mempermudah kinerja dan aktivitas dalam dunia pekerjaan. Sehingga bisa lebih efisien dan praktis. Tetapi, disisi berbeda ternyata dengan adanya kecerdasan tersebut dianggap dapat mengancam semua orang. 

Dikutip dari The New York Post, para ilmuwan dari Universitas Oxford mengingatkan bahwa apabila ini nantinya akan lebih cerdas dari manusia, perihal tersebut tampaknya akan menjadi sebuah ancaman.

Baca Juga : Wow! Ilmuwan Menduga Manusia Flores Masih Hidup, Ini Buktinya

Dilansir dari Merdeka.com, Fase tersebut, mereka menyebutnya superhuman AI yang bakal terjadi akhir abad ini. Michael Osborne, seorang professor machine learning dari Universitas Oxford mengimbau agar dibuat peraturan secara global untuk mencegah efek buruk dari kecanggihan teknologi ini.

Hanya saja, dengan eksistensi adanya superhuman tersebut ini dapat membuat keadaan menjadi lebih rumit apabila sistemnya sudah diluar kendali. Hingga akibatnya dapat mengancam manusia itu sendiri. Oleh karena itu, ia berharap agar keberadaan teknologi tersebut ini dapat digunakan dengan tepat dan bisa dipertanggung jawabkan.

Baca Juga : Bagaimana Rotasi Bumi Bekerja? Inilah Penjelasan Ilmiahnya!

Hipotesa para ilmuwan tersebut muncul saat trendingnya ChatGPT. Dimana sebuah bot yang begitu modern dan saat ini sedang tren, bot tersebut dikembangkan oleh OpenAI. Teknologi tersebut dapat menyelesaikan berbagai tugas dengan cepat dan efektif. 

Bahkan Chief Executive Officer Twitter Elon Musk mengatakan teknologi tersebut pada dasarnya bagus digunakan, namun disisi lain juga dapat menjadi ancaman.

“ChatGPT begitu sangat bagus. Kami tidak jauh dari AI yang sangat kuat dan berbahaya,” begitu kata Elon Musk dalam cuitan Twitternya.

Baca Juga : Artificial Intelligence bagi Kehidupan Manusia: Ancaman atau Peluang?

Tak dapat disangkal, teknologi tersebut lambat laun akan berkembang dan sempurna. Hingga saat ini, ChatGPT membuat para ilmuwan merasa cemas. Teknologi ini bahkan mampu membuat perusahaan raksasa Google tunduk karena kecanggihan yang dimilikinya. 

Keprihatinan para ilmuwan itu, akhirnya mereka melakukan tindakan preventif dengan memblokir ChatGPT di kampusnya. Karena hal tersebut bisa saja digunakan oleh para siswa maupun mahasiswa untuk melakukan kecurangan dan hal yang tidak diinginkan.

Sumber : Merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *