Teknomacro.com – Para arkeolog yang mencari fakta migrasi manusia modern dari Asia ke Australia mendapatkan kerangka kecil di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Kerangka kecil itu diberikan nama latin Homo floresiensis alias manusia Flores. Seorang pakar antropologi percaya manusia Flores tengah hidup dan berkeliaran sampai saat ini.
Seorang pensiunan profesor antropologi di University of Alberta menyatakan bahwa fakta kelangsungan hidup spesies itu terbengkalai. Manusia flores diperkirakan masih hidup hingga kini.
Baca Juga : Inilah 7 Riset Ilmiah Yang Telah Dijelaskan Dalam Al-Qur’an
Dalam sebuah pandangan untuk The Scientist yang memperkenalkan bukunya berjudul Between Ape and Human, Gregory Forth berpandangan bahwa pakar paleontologi serta ilmuwan lain mengabaikan wawasan pribumi dan cerita perihal tentang ‘manusia kera’ yang hidup di hutan Flores.
Tujuannya menulis buku tersebut esensinya untuk menemukan penjelasan dan bukti empiris tentang sejarah Suku Lio.
“Tujuan saya dalam menulis buku ini adalah untuk menemukan penjelasan terbaik yaitu, yang paling rasional dan paling didukung secara empiris, yakni tentang kisah dari suku Lio” tulis Forth dalam tulisan, dikutip dari Ifl Science, Sabtu (21/1/2023).
Lanjutnya, ia telah menemui 30 saksi mata secara langsung. Kemudian menyimpulkan bahwa spesies tersebut telah bertahan di Flores hingga saat ini.
“Ini termasuk laporan penampakan oleh lebih dari 30 saksi mata yang semuanya saya ajak bicara secara langsung. Saya menyimpulkan bahwa cara terbaik untuk menjelaskan apa yang mereka katakan kepada saya adalah bahwa hominin non-sapiens telah bertahan di Flores hingga saat ini atau baru-baru ini.” jelasnya.
Spesies Homo floresiensis mulanya diduga berusia 12.000 tahun. Akan tetapi, setelah dianalisis lebih lanjut, ternyata usia kerangka itu sekitar 50.000 tahun.
Baca Juga : Sinar Laser Dapat Kendalikan Petir? Begini Kata Peneliti!








