Apabila telur bertemu dengan tanah yang memiliki kandungan akan asam, telur akan larut secara perlahan. Pandangan lain adalah telur dinosaurus bercangkang lunak dan tidak terawetkan dengan baik.

Ayam yang memiliki nama latin Gallus Gallus Domesticus yang diprediksi telah berevolusi dari subspesies ayam hutan merah dengan nama latin Gallus Gallus sekitar 50 juta tahun lalu.

Pada awalnya, manusia yang tinggal di Asia tenggara menundukkan hewan unggas ini di suatu tempat antara tahun 1650 SM dan 1250 SM, dikutip dari jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Proses Terciptanya Telur

Selama proses domestikasi, nenek moyang terakhir dari ayam akan mengeluarkan telur yang terkandung embrio dengan genetik berbeda yang membuatnya beda dari spesies induknya. 

Baca Juga : Duluan Ayam atau Telur, Ini Kisahnya Sampai Misteri Terpecahkan

Embrio ayam akan berkembang dalam telur yang masih setengah jadi sebelum menetas. Setelah mencapai usia dewasa, ia akan bertelur dan hasilkan telur ayam yang pertama. Dengan mekanisme ini, ayam bisa dikatakan lebih dulu daripada telur.

Hanya saja, sejarah evolusi lebih kompleks, terdapat bukti bahwa ayam melakukan perkawinan silang dengan subspesies unggas hutan lain. Hingga setelah menjadi subspesies yang beda secara genetik.

Baca Juga : Sebenarnya Duluan Ayam atau Telur? Ini Akhir Debat Para Ahli di Dunia!

Berdasarkan dari sifat lebih atau kurang, tampak pada ras ayam modern tertentu. Bahkan, menurut University of Wisconsin-Madison, domestikasi spesies tersebut telah terjadi secara independen beberapa kali di India dan Oseania selama ribuan tahun. Untuk menentukan ayam mana yang asli jadi lebih sulit.

Namun, terlepas dari mana keduanya yang lebih dulu, para ahli biologi dan filsuf sependapat bahwa ayam dan telur punya kesamaan yang penting, yaitu keduanya enak untuk dimakan.

Sumber : Techno Okezone

Cek Berita dan Artikel Yang Lain di Google News

Halaman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *