Teknomacro.com – Jika kita bertanya pada orang secara random, warna matahari itu apa? tentu banyak yang merespons kuning. Apakah kalian bakal terkejut saat menyadari kalau matahari tidak berwarna kuning? Matahari itu sesungguhnya berwarna putih.
Kalau kita melihat tata surya paling terbesar tersebut dari stasiun luar angkasa Internasional ataupun dari bulan, kita dapat mengamati warna asli dari objek tersebut. Penyebab terlihat berwarna kuning pada siang hari ataupun jingga kemerahan kala ia terbit dan terbenam, adalah sebab kita melihatnya lewat filter atmosfer.
Apabila kita mengamati cahayanya melalui sebuah prisma, kita bisa melihat semua bentang panjang gelombang. Sinarnya bukan hanya satu warna saja, melainkan gabungan berbagai spektrum pancaran seluruh elemen di bintang.
Semua panjang gelombang tersebut bergabung dan menciptakan warna putih yang merupakan warna aslinya.
Baca Juga : Apakah Bulan Termasuk Planet? Berikut Penjelasannya!
Matahari memancarkan jumlah yang berlainan dari berbagai panjang gelombang. Bila kita mengukurnya, output puncak dalam bentang yang kelihatan sebenarnya berada di bagian warna hijau dan bukan kuning.
Rata-rata matahari yakni warna yang menampakkan temperaturnya serta bintang yang lain.
Temperatur matahari pada umumnya rata-rata sekitar 5527 C, sehingga warna aslinya kelihatan berwarna putih. Bintang Rigel tampak berwarna biru lantaran mempunyai temperatur melampaui 99727 C, sementara itu bintang Betelguese memiliki temperatur lebih dingin 3227 C kelihatan berwarna merah.
Dikutip dari Thoughtco, atmosfer mampu mengubah warna matahari yang terlihat dengan cara menghamburkan cahaya. Efeknya disebut Hamburan Rayleigh/Rayleigh Scattering.
Baca Juga : Bagaimana Rotasi Bumi Bekerja? Inilah Penjelasan Ilmiahnya!





