“Jika anda masih ragu, pertimbangkan untuk mengganti akun m-banking atau memilih penyedia m-banking yang memberikan pengamanan lebih baik,” ujarnya.
Kendati demikian, jika bank dapat mengaplikasikan sistem dan mekanisme yang aman. Maka penipu tersebut akan kesulitan meretas dan mengambil akun m-banking korban, meskipun mereka telah mendapatkan semua data pribadi hingga kredensial lainnya.
Dia mengusulkan agar perusahaan perbankan yang menyediakan layanan m-banking, dapat mengimplementasikan verifikasi What You Have ke ponsel dan nomor baru. Kalau menggantungkan verifikasi What You Know dapat memudahkan para penipu untuk memanipulasi data sehingga mereka juga sulit dideteksi keberadaanya.
Baca Juga : Waspada! Kejahatan Siber Lewat Iklan Online, FBI Sarankan Instal Ini!
What You Have yang dimaksud disini adalah data pribadi meliputi Kartu ATM, KTP asli, dan buku fisik pemilik rekening. Sedangkan verifikasi What You Know meliputi User ID, Password, PIN, dan Kode OTP.
“Verifikasi What You have ini contohnya adalah verifikasi kartu ATM, KTP asli, fisik pemilik rekening. Sedangkan verifikasi What You Know adalah User ID, Password, PIN persetujuan transaksi dan kode OTP,” jelasnya.
Baca Juga : Resah! Hacker Rusia Sebabkan Kemacetan Jalanan Moscow
Dia berharap agar pemerintah dan lembaga finansial dapat membuat regulasi yang dapat menjaga keamanan data para pengguna. Apabila dibiarkan, maka akan mempengaruhi kredibilitas masyarakat terhadap sektor keuangan digital.
Baca Juga : Awas! Penipuan Berkedok Undangan Nikah, Sekali Klik Isi Rekening Ludes
“Hal ini sangat penting karena banyaknya kasus pembobolan m-banking ini akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan digital dan akan menghindari menggunakan channel digital,” terang dia.
Sumber : Merdeka.com







