3. Garis Edar Tata Surya

Garis Edar Tata Surya
Sumber : bacaanmadani.com

Peristiwa sains yang ketiga adalah Bagi ilmu astronomi matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720. 000 km/jam ke arah Bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Hal membuktikan bahwa matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 km dalam satu hari.

Matahari dan semua planet beserta satelit dalam gravitasi matahari berjalan menempuh jarak ini, setelah itu semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan sama. Sebagaimana komet lain di alam raya, Komet Halley sebagaimana terlintas di atas juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang ditetapkan.

Komet ini mempunyai garis edar khusus serta bergerak mengikuti garis edar ini secara teratur dengan benda langit yang lain.

Bagi Harun Yahya terdapat sekitar 200 Milyar galaksi dialam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang – bintang ini memiliki planet dan sebaliknya, semua benda langit termasuk planet satelit yang mengiringi planet bintang dan bahkan galaksi memiliki orbit ataupun edar masing – masing. Seluruh orbit ini telah ditetapkan berlandaskan perhitungan yang sangat teliti serta cermat.

Kejadian itu sudah dituturkan dalam Al-Qur’an sejak abad ke – 7 masehi, padahal zaman itu manusia tidak memiliki teleskop atau teknologi mutakhir buat mencermati ruang angkasa berjarak jutaan km dan saat itu minim wawasan fisika ataupun astronomi modern.

Dalam Al-Qur’an dituturkan matahari dan bulan masing-masing bergerak dalam orbit ataupun garis edar, Sesuai dengan Firman Allah Swt di dalam surah Al-Anbiya ayat 33, yang artinya :

“Dan dialah yang telah menciptakan malam dan siang matahari dan bulan. Masing- masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (Q.S Al-Anbiya Ayat 33).

Dan disebutkan pula di dalam Surah Yasin ayat 38 yang artinya :

“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui” (Q.S Yasin Ayat 38).

Dan Menurut Al-Qur’an keseluruhan alam itu dipenuhi oleh lintasan dan garis edar untuk langit dalam Surah Az- Zariyat Ayat 7, yang artinya :

“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan” (Q.S Az-Zariyat Ayat 7).

4. Ledakan Raksasa (Big Bang)

Big Bang
Sumber : suara.com

Di dalam buku mukjizat Al-Qur’an pakar tafsir terkemuka Habib Quraisy Syihab, Al-Qur’an pula mengisyaratkan mengenai asal usul alam semesta, yakni isyarat jika langit dan bumi sebelumnya merupakan satu gumpalan.

Fenomena tersebut sudah dijelaskan didalam Al-Qur’an dalam Surah Al-Anbiya ayat 30 yang artinya :

“Tidakkah orang- orang kafir memperhatikan bahwa langit dan bumi tadinya merupakan satu yang padu (gumpalan). Kemudian kami memisahkannya dan kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup maka mengapa mereka tidak juga beriman ?”. (Q.S Al-Anbiya Ayat 30).

Al-Qur’an memang tidak menjelaskan bagaimana terbentuknya pemisahan itu tetapi apa yang dikemukakan tentang keterpaduan alam raya dalam pemisahan itu dibenarkan oleh observasi para ilmuwan. Dalam observasi Edwin Hubble pada tahun 1929 menunjukkan adanya pemuaian alam semesta hal ini merujuk pada bukti jika alam semesta itu berekspansi ke sebagaimana yang tertuang pada Al- Qur’an yang artinya :

“Dan langit kami bangun dengan kekuasaan kami dan sesungguhnya kami benar- benar meluaskan atau mengembangkannya” (Q.S Surah Az-Zariyat Ayat 47).

Dari sekian banyak peristiwa sains dari masa kontemporer sampai modern tidak ada sedikitpun yang melenceng dari apa yang disyaratkan Al-Qur’an. Sementara itu, Al-Qur’an diturunkan sejak masa- masa sebelumnya ataupun telah berabad-abad.

Baca Juga : Jejak-Jejak Sains Dalam Al-Qur’an

Halaman: 1 2 3 4

1 Komentar

  1. Said Saggaf

    Sungguh bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *