5. Terbentuknya Air Hujan

Peristiwa sains kelima adalah Terbentuknya hujan. Para ilmuwan menyemangati bahwa proses turunnya hujan diawali dengan adanya pembentukan awan tebal serta dorongan angin, kondensasi hingga proses selanjutnya Al-Qur’an sudah merinci bagaimana awan dan proses turunnya hujan berlangsung jauh sebelum ilmu modern menjabarkan.
Al-Qur’an menyinggung mengenai pembentukan hujan dan bagaimana kedudukan awan di dalam Surah An-Nur ayat 43 yang artinya :
“Tidakkah kamu melihat bagaimana Allah mengarah awan kemudian mengumpulkan( bagian- bagiannya), kemudian menjadikannya bertindih tindih, maka kamu melihat hujan keluar dari celah- celah (awan). Allah juga menurunkan butiran-butiran es bermula dari langit (yaitu dari gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung- gunung, maka ditimpakannya kepada siapa yang dikehendaki-nya dan dipalingkan nya dari siapa yang dikehendakinya. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan” (Q.S An-Nur Ayat 43).
Ayat ini secara bahasa sangat nyata membahas mengenai sains yakni, bagaimana awan bekerja menghasilkan hujan ada pula proses turunnya hujan dari pembentukan awan dan adanya dorongan angin sedikit demi sedikit mendampingi kawanan awan kecil menuju wilayah pusat pertemuan awal.
Dalam proses pembentukan hujan, angin berfungsi mengumpulkan bagian-bagian awan tersebut di dalam surah lain yang berbunyi :
“Kami mengutus meniupkan angin untuk mengawinkan maka kami turunkan dari langit hujan dan sekali-sekali bukankah kamu yang menyimpannya” (Q.S Al-Hijr Ayat 22).
Dalam sains diketahui kalau proses pengarahan awan tebal terkadang memakan waktu beberapa jam sedangkan proses konvergensi dan penumpukan membutuhkan waktu yang lebih singkat atau kurang dari 1 jam.
6. Sungai Dasar Laut

Peristiwa Sains selanjutnya adalah Sungai di Dasar Laut. Seorang pakar kelautan bernama Jacques Yves Costeau melakukan riset di dasar laut untuk Discovery Channel, ia menelusuri fenomena bawah laut di Cenote Angelita Meksiko saat melakukan penyelaman dia terkejut dengan suatu kejadian alam yang luar biasa, ia menemukan air tawar di dalam air laut yang asin.
Penemuan itu membuatnya kagum, bagaimana mungkin air tawar bisa berada terpisah dalam air laut yang asin namun itulah kebenaran yang ia dapatkan di dalam laut. Penasaran yang tinggi membuat Costeau kembali mencari tahu lebih komprehensif mengenai penemuannya, ia melihat fenomena yang lebih mengejutkan bahwasanya telah menemukan sungai di dasar lautan.
Sungai dibawah laut itu ditumbuhi daun- daunan serta tumbuhan, para peneliti mengatakan kejadian itu sebagai lapisan Hidrogen Sulfida tetapi terlihat seperti sungai. Yang menjadi tanda tanya para ilmuwan, mengapa air yang mengalir di sungai dasar laut itu rasanya tawar.
Sekitar abad 14 lalu, Al-Qur’an sudah menerangkan kejadian itu dalam Surah Al-Furqan Ayat 53 yang artinya :
“Dan dialah yang membiarkan dua laut mengalir berdampingan yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit dan dia jadikan antara keduanya dinding dan barat yang tidak tembus”. (Q.S Al-Furqan Ayat 53).
Baca Juga : Kesesuaian Antara Qur’an dan Sains Modern








Sungguh bermanfaat