Terdapat banyaknya ion yang bercampur digunakan oleh organisme di lautan dan dikeluarkan dari air. Sebagian lainnya tidak dihilangkan, oleh karena itu konsentrasinya akan meningkat terus menerus.
Adapun sumber lain garam dilautan adalah cairan hidrotermal yang berasal dari ventilasi dari dasar laut. Air laut menyelundup ke sela-sela di dasar laut dan dipanaskan oleh magma dari inti bumi.
Dari panas tersebut, akan menyebabkan terjadinya berbagai reaksi kimia. Air akan kehilangan oksigen, magnesium, dan sulfat. Kemudian, mengambil kandungan logam seperti besi, seng, dan tembaga dari batuan sekitarnya.
Setelah itu, air panas akan dilepaskan dari ventilasi udara di dasar laut dan logam akan ikut bersamanya. Selain itu, beberapa garam laut berasal dari letusan gunung berapi bawah air, secara langsung akan melepaskan mineral ke laut.
Baca Juga : Perbedaan Organisme Air Payau dan Air Asin
“Kubah garam” juga ikut andil terhadap rasa asin air laut. Kubah ini merupakan sedimen garam yang sangat besar dan terbentuk dalam rentang waktu yang sangat lama.
Kubah-kubah tersebut terletak di bawah laut dan di bawah tanah di seluruh dunia, salah satunya terletak di barat laut Teluk Meksiko.
Baca Juga : Akhirnya Bisa Tidur Tenang, Inilah Penyebab Air Laut Rasanya Asin







