Dua ion yang paling lazim dalam air laut adalah klorida dan natrium. Keduanya membentuk sekitar 85 persen dari semua ion yang bercampur di lautan.
Kandungan magnesium dan sulfat membentuk 10 persen dari totalnya. Beberapa ion lain yang ditemukan dalam konsentrasi yang sangat kecil. Kandungan garam di dalam air laut bervariasi dengan suhu, penguapan, dan curah hujan.
Kandungan garam dilautan umumnya rendah di garis khatulistiwa dan kawasan kutub, dan pertengahan garis lintang. Kandungan rata-rata sekitar 35 bagian per seribu. Sehingga, berat air laut berasal dari garam yang bercampur sekitar 3,5 persen.
Komposisi Garam Dalam Air Laut
Garam dalam lautan terkandung lebih dari 80 dari 118 unsur pada tabel periodik, yang membuatnya menjadi sumber mineral yang baik bagi manusia. Didalamnya terdapat unsur seperti, klorin, natrium, magnesium, kalium, bromin, kalsium, boron, strontium, dan fluor.
Dan berbagai elemen seperti, zat besi, mangan, tembaga, yodium, silikon, dan fosfor. Zooplankton dan fitoplankton.
Apakah semua laut sama asinnya? Tingkat larutan garam air laut tergantung daripada letak garis lintangnya. Kawasan yang dingin seperti Samudera Arktik, fokus garamnya lebih rendah dibandingkan dengan kawasan tropis seperti Laut Karibia yang kandungan garamnya lebih tinggi. Hal ini karena air yang menguap oleh energi matahari.
Begitu juga di kawasan yang sering turun hujan dengan tingkat larutan garam air laut yang rendah, seperti Laut Baltik. Disana terdapat daerah yang kandungan garamnya hanya 0,6 persen. Namun, terdapat juga daerah dengan aliran air yang rendah namun kandungan garamnya sangat tinggi, seperti Laut Merah.
Baca Juga : Penyebab Kenapa Air Laut Asin, Begini Penjelasannya
Sumber : Okezone Techno
Cek Berita dan Artikel Yang Lain di Google News








