Menurutnya, dia ingin aplikasi tersebut dapat menampilkan sejumlah sistem pembayaran hingga pasar uang global dengan tingkat keuntungan yang tinggi.
Dia menuturkan bahwa dengan konsep ini, maka para pengguna dapat mengisi dan mengirim saldo ke siapa saja.
“Anda ingin mentransfer uang ke orang lain di Twitter? Mungkin kami akan mengisi saldo mereka sebelumnya dan berkata, oke kami akan memberi Anda 10 dollar. Dan Anda dapat mengirimkannya ke mana saja di Twitter,” ujarnya dikutip dari TechCrunch, Minggu (13/11/2022).
Dengan adanya sistem pembayaran tersebut dinilai akan memudahkan para pengguna untuk berinteraksi dan membeli produk yang ditawarkan.
Bila rencana ini benar-benar dijalankan, Maka aplikasi tersebut nantinya akan bersaing dengan platform media sosial lain seperti TikTok, Instagram hingga Youtube.
Baca Juga : Elon Musk Siapkan Twitter Jadi Platform Pembayaran
Dikutip dari The Washington Post bahwa sebelumnya mereka mengklaim telah melihat gambaran konsep dari fitur video berbayar dengan biaya akses mulai dari 1-10 dollar AS.
Dengan cara ini, content creator bisa mendapat bantuan untuk memonetisasi konten mereka, sekaligus membangun ekosistem pembayaran. Selain itu, para pengguna bisa menggunakan platform tersebut dengan fleksibel dan praktis.
Sehingga dengan banyaknya fitur yang ditawarkan oleh twitter dapat menaikkan elektabilitas dan profitabilitas yang sifatnya jangka panjang. Pihak aplikasi dan pengguna dapat menciptakan simbiosis mutualisme diantara keduanya.
Sumber : Berbagai Sumber








