Jakarta, Teknomacro.com – Sulawesi Selatan (Sulsel) diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat lebat pada minggu pertama puasa versi pemerintah, Kamis (19/2/2026).
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis di laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Untuk periode 17–19 Februari 2026, wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk dalam daftar daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Selain itu, Sulsel juga diprakirakan menghadapi potensi angin kencang pada periode yang sama.
Memasuki 20–23 Februari 2026, Sulawesi Selatan masih berstatus waspada terhadap angin kencang, meskipun tidak lagi tercantum dalam wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada periode tersebut.
Kondisi cuaca ini terjadi bertepatan dengan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada 19 Februari usai sidang isbat yang digelar di Jakarta pada Selasa (17/2/2026) malam. Sementara Muhammadiyah menetapkan awal puasa lebih awal, yakni pada 18 Februari.
Dengan situasi tersebut, warga Sulawesi Selatan disarankan untuk memantau perkembangan informasi cuaca terbaru serta mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, terutama pada hari-hari awal pelaksanaan ibadah puasa agar aktivitas tetap berjalan lancar dan aman.
Sebelumnya, dalam laporan prospek cuaca mingguan periode 17–23 Februari 2026, BMKG menyampaikan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
Kondisi cuaca tersebut dipicu oleh Monsun Asia yang masih aktif memasok massa udara serta membawa uap air menuju wilayah Indonesia. Situasi ini turut diperkuat oleh Indeks Surge yang diperkirakan signifikan dalam beberapa hari mendatang.
Selain itu, terdeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Lampung, barat Aceh, perairan barat Kalimantan Barat, serta Samudra Pasifik utara Papua.
“Dengan kelembapan udara yang juga masih tinggi, kondisi di atas berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia,” tulis BMKG.
Fenomena atmosfer juga disebut memberikan dampak yang cukup besar terhadap kondisi cuaca di Indonesia.
Pada skala global, nilai SOI dan Niño3.4 menunjukkan fase La Niña lemah yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.
Di samping itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) diperkirakan turut memengaruhi dinamika atmosfer Indonesia dalam sepekan mendatang. Aktivitas MJO diprediksi masih berada pada fase Indian Ocean dalam beberapa hari ke depan sehingga berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Selanjutnya, kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuator, dan Low Frequency terpantau aktif di wilayah Samudra Hindia barat Sumatra hingga barat daya Jawa, perairan barat Sumatra, Sumatra bagian utara hingga tengah, Selat Malaka, Laut China Selatan, Laut Natuna, Selat Karimata, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, serta Samudra Pasifik utara Papua hingga timur laut Papua Nugini.
Berikut wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada awal Ramadhan:
17-19 Februari 2026
Hujan Lebat-Sangat Lebat
- Sumatra: Aceh, Sumatera Utara, Jambi.
- Jawa: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur.
- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, NTB, NTT.
- Kalimantan Tengah.
- Sulawesi: Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan.
- Maluku dan Papua: Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua.
Angin Kencang
- Sumatra: Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung.
- Jawa: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.
- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, NTB, NTT.
- Kalimantan: Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan.
- Sulawesi: Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo.
- Papua Selatan.
20-23 Februari 2026
Hujan Lebat-Sangat Lebat
- Jawa Timur
- Bali
- Papua Pegunungan
Angin Kencang
- Sumatra: Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung.
- Jawa: Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.
- Bali dan Nusa Tenggara: Bali, NTB, NTT.
- Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan.
- Sulawesi: Sulawesi Selatan.
- Maluku bagian tenggara.
Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari setelah sidang isbat di Jakarta pada Selasa (17/2/2026) malam. Sementara Muhammadiyah menetapkan hari pertama puasa pada 18 Februari.








