Hive merupakan komplotan hacker yang menggunakan model bisnis dengan sistem Ransomware As a Service (RaaS), yang dimana mereka membuat berbagai macam versi ransomware dengan tampilan yang mudah digunakan.

Setelah itu, dari adminnya melakukan perekrutan bawahan untuk menyebarkan varian ransomware tersebut ke sasaran korbannya. Dengan cara menyelundupkan ransomware tersebut dan mengenkripsi sistemnya.

Baca Juga : Waspada! Kejahatan Siber Lewat Iklan Online, FBI Sarankan Instal Ini!

Setelah korban terjebak, mereka memeras para korbannya dengan meminta uang tebusan agar dapat membuka kunci enkripsi tersebut dan tidak akan menyebarkan datanya. Jika korban bersedia membayar, uang tersebut dibagi dengan skema 80 banding 20 antara penyebar dengan pembuatnya.

Baca Juga : Hacker serang pemerintah AS setelah Megaupload di tutup

Berbagai metode yang dipakai Hive untuk menyusup adalah dengan single-factor login melalui remote desktop, eksploitasi dari FortiToken, email phishing, dan VPN (Virtual Private Network).

Sumber : Detikinet

Halaman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *