Bentuk tubuhnya membuat banyak orang menyamakan manusia Flores dengan hobbit, merujuk pada makhluk kreasi J.R.R. Tolkien dalam cerita fiksi The Lord of the Rings dan adaptasi filmnya yang terkenal. Dalam kisah LOTR, hobbit digambarkan lebih mungil dari kurcaci dan bertelanjang kaki.

Dia menulis bahwa zoologi dari masyarakat lokal Suku Lio yang menghuni pulau itu mengandung riwayat kisah perihal manusia yang berubah jadi hewan saat mereka bergerak dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Ia samakan makhluk itu dengan sejenis Lamarckisme, pewarisan karakteristik fisik yang diperoleh.

“Seperti yang diungkapkan oleh penelitian lapangan saya, perubahan yang dikemukakan seperti itu mencerminkan pengamatan lokal tentang kesamaan dan perbedaan antara spesies nenek moyang dan keturunannya yang berbeda,” katanya.

Dia mengklasifikasikan makhluk ini sebagai hewan, tidak mempunyai bahasa untuk berkomunikasi ataupun teknologi kompleks yang dimiliki manusia. Tetapi, mereka disebut sangat mirip dengan manusia.

“Bagi suku Lio, penampilan manusia-kera sebagai sesuatu yang tidak sepenuhnya manusia membuat makhluk itu menjadi anomali dan karenanya bermasalah dan mengganggu,” terang Forth.

Baca Juga : Mengenal Homo Floresiensis yang Disebut Manusia Purba di Flores

Saat ini, waktu terdekat hidup makhluk ini sekitar 50.000 tahun yang lalu. Tetapi Forth mendesak agar pemahaman dari para masyarakat lokal dimasukkan guna menyelidiki evolusi hominin.

“Apa yang mereka katakan tentang makhluk itu, ditambah dengan bukti lain, sepenuhnya konsisten dengan spesies hominin yang masih hidup, atau yang hanya punah dalam 100 tahun terakhir.” lanjutnya.

Sumber : CNBC Indonesia

Halaman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *