Upaya untuk rekrut anggota baru, mereka memberikan prospek keuntungan dibandingkan profesi yang aslinya secara legal. Mulai dari kerja jarak jauh (45%), fulltime (34%), dan jadwal kerja yang fleksibel (33%).
Dengan kerja jarak jauh, dapat menutupi identitas mereka saat beraksi, hal ini menjadi suatu keharusan untuk pelaku kejahatan dunia maya. Keuntungan lain yang diberikan adalah gaji tetap dan dibayar tepat waktu.
Bagi para calon anggota yang memiliki kapabilitas skill yang tinggi akan di imingi gaji sebesar USD 4.000 (atau sekitar Rp.60 Jutaan) per bulan. Sementara mereka yang kemampuan lebih dibayar antara USD 2.000 (Rp29 Jutaan) hingga USD 2.500 (Rp.37 Jutaan) setiap bulan.
Baca Juga : Hacker Mulai Rekrut Anggota Baru lewat Dark Web, Risiko Disebut Lebih Besar dari Gajinya
Diluar dari itu, banyak juga lowongan yang akan memberikan insentif kepada pekerja dan kompensasi tambahan, termasuk bonus dan komisi target jika proyek tersebut sukses.
Kendati demikian, Kaspersky mengingatkan agar jangan sampai tergoda dan terjerumus ke pekerjaan tersebut. Karena implikasi hukum kriminalnya jauh lebih besar daripada keuntungan yang didapatkan.
Baca Juga : Selain Bjorka, Inilah 10 Kasus Kebocoran Data yang Kontroversi Sepanjang Tahun 2022
Dan juga administrasi kontrak yang tidak transparan dan illegal dapat dimanfaatkan oleh perekrut untuk tidak membayar atau menjebak anggotanya.
Sumber : Techno Okezone







