Ahli Mikrobiologi William Brazelton sebelumnya mengatakan bahwa kota tersebut merupakan salah satu jenis ekosistem yang masih aktif dan terdapat juga di planet lain.
“Ini adalah contoh jenis ekosistem yang dapat aktif di Enceladus atau Europa saat ini juga… Dan mungkin Mars di masa lalu,” katanya kepada The Smithsonian pada tahun 2018, merujuk pada bulan Saturnus dan Jupiter.
Hanya saja, tidak seperti lubang vulkanik yang terdapat dibawah air atau biasa disebut sebagai asap hitam (Black Smokers) yang diperkirakan sebagai habitat pertama. Namun, ekosistem kota hilang tidak bergantung pada panas magma dari lubang tersebut.
Baca Juga : Sinar Laser Dapat Kendalikan Petir? Begini Kata Peneliti!
Sirkulasi udara kalsit di kota tersebut juga jauh lebih besar daripada asap hitam, yang menampakkan bahwa mereka telah aktif lebih dahulu.
Padahal, tepat di timur laut menaranya terdapat sisi tebing dengan aktivitas semburan yang singkat. Para ilmuwan di University of Washington menuturkan bahwa cairan dari deretan lapisan tersebut menghasilkan gabungan pertumbuhan karbonat dengan cabang halus yang menjalar keluar seperti jari tangan yang mengarah ke atas.
Baca Juga : Terbukti! Matahari Sebenarnya Berwarna Putih, Apa Sebabnya?
Tetapi, banyak para ilmuwan lain yang tertarik dengan hal yang unik dan tidak biasa itu.
Sebelumnya pada tahun 2018, telah diumumkan bahwa Polandia telah memenangkan hak untuk melakukan penggalian dan penambangan dalam laut di sekitar Kota tersebut. Meskipun demikian, tidak ada sumber daya yang dapat digali didalamnya. Akan tetapi, jika tetap dilakukan penghancuran lingkungan dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca Juga : Ada ‘Kota Hilang’ Tersembunyi Jauh di Dalam Lautan
Oleh karena itu, beberapa ilmuwan juga menganjurkan agar Kota Hilang dapat dicantumkan sebagai Warisan Dunia.
Sumber : CNBC Indonesia








