“Risiko utama migrasi data adalah kebocoran data pribadi pengguna, seperti informasi kesehatan, nomor telepon, alamat email, dan informasi lain yang tersimpan dalam aplikasi PeduliLindungi,” terangnya.
“Jika data tersebut tidak dihapus dengan benar dan disimpan dengan aman selama proses migrasi, maka data tersebut bisa saja dicuri atau diakses oleh pihak yang tidak berwenang,” imbuhnya.
Selain itu, resiko lainnya adalah penggunaan data tanpa izin dari pengguna. Jika hal ini dilakukan maka ini melanggar hak privasi dan melanggar peraturan perlindungan data pribadi. Serta kerentanan data terhadap serangan siber.
“Risiko lainnya adalah kerentanan data terhadap serangan siber. Setelah migrasi data dilakukan, data tersebut dapat menjadi sasaran serangan siber dan jika data tersebut tidak dilindungi dengan benar, maka data tersebut dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak berwenang,” jelasnya.
Baca Juga : Kominfo Buka Suara soal PeduliLindungi Bakal Jadi SATUSEHAT
Terkait proses integrasi ini, Dia menyebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Kepatuhan Pada Regulasi Privasi Dan Data Pribadi
Pengguna harus diberikan jaminan bahwa data pribadi mereka akan dilindungi dan tidak akan disalahgunakan. - Pengaturan Akses Data
Perlu ditetapkan mekanisme yang jelas dan tegas tentang siapa yang memiliki akses ke data yang dihasilkan dari kedua aplikasi tersebut, bagaimana data itu akan digunakan, dan bagaimana data akan dihapus setelah digunakan. - Pengamanan data
Data yang dihasilkan dari aplikasi harus dienkripsi dan disimpan di server yang aman, serta diakses hanya oleh pihak yang berwenang. - Monitoring Dan Pemantauan
Sistem perlu dipantau secara terus-menerus untuk mendeteksi tindakan yang mencurigakan atau serangan siber, dan respons yang cepat dan tepat perlu diambil apabila terjadi pelanggaran keamanan data. - Penilaian Risiko
Perlu dilakukan penilaian risiko terhadap kemungkinan ancaman keamanan data, termasuk kemungkinan terjadinya serangan siber, kerentanan pada sistem, atau kebocoran data. - Transparansi
Pengguna harus diberi informasi yang jelas tentang bagaimana data mereka akan digunakan dan bagaimana keamanan data dipastikan. - Penutupan Peduli Lindungi
Sistem peduli lindungi yang tidak dipakai lagi harus dimatikan jangan sampai dibiarkan online. Ini untuk menghindari kasus bocornya data eHAC Kemenkes, karena setelah tidak dipakai tidak segera dimatikan, sehingga pihak lain bisa masuk dan mengambil data.
Sumber : Berbagai Sumber
Cek Berita dan Artikel Yang Lain di Google News







