Dari potensi cadangan uranium yang dimiliki oleh Indonesia dan bisa diolah sendiri. Ternyata dari pihak AS sangat tertarik untuk melakukan penelitian disana.
“Tetapi kita sama-sama tahu kalau as sudah sangat tertarik apalagi dengan proposal yang real. Minggu lalu tiga orang dari AS langsung didampingi dubes AS datang ke Komisi VII,” tuturnya.
Beredar informasi sebelumnya, bahwa Indonesia juga telah buka peluang untuk lanjutkan kerja sama dengan Rusia terkait persoalan nuklir.
Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Sugeng Sumbarjo mengatakan akan melakukan kerjasama dengan berbagai negara. Dan tidak menutup kemungkinan Rusia juga dilibatkan.
Baca Juga : DPR Nilai Perlu Penguatan Aturan Dasar buat Pengembangan Nuklir
“Yang jelas kami bekerja sama dengan semua pihak, kami bekerja sama dengan Rusia, Prancis, Kanada, AS, Jepang dan Korea. Jadi hampir semua negara yang mempunyai teknologi itu kami bekerja sama. Dengan Rusia tidak menutup kemungkinan,” katanya, di Jakarta pada September 2022.
Rumor kerja sama tersebut muncul setelah pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Juni tahun lalu. Dalam pertemuan tersebut, Putin tertarik untuk kerja sama dalam pengembangan teknologi nuklir.
Baca Juga : Ilmuwan Temukan Bentuk Pelangi Sebenarnya Lingkaran
Dia menjelaskan di negaranya terdapat beberapa perusahaan teknologi yang diyakini berpengalaman dan bersedia dalam pengolahan tersebut, seperti Rosatom.
Kendati demikian, Kepala Bapeten juga menyingkap lokasi yang rencananya akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Dia mengatakan Kalimantan Barat dan Bangka Belitung yang potensial, namun untuk lokasinya belum diketahui. Meskipun, wilayah tersebut masih diteliti lebih mendalam oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Baca Juga : Terbukti! Matahari Sebenarnya Berwarna Putih, Apa Sebabnya?
“Kalbar dan Babel yang potensial. Kalau lokasinya kami belum tahu persis di mana, masih diriset oleh BRIN,” ujarnya.
Sumber : CNN Indonesia








